Perayaan Tahun Baru, Satgas Covid-19 NTB Ancam Pidanakan Pemicu Kerumunan

Tri Budiprayitno (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Provinsi NTB mengancam akan mempidanakan tempat usaha dan pengelola destinasi wisata yang membuat kerumunan pada malam pergantian tahun baru. Selain akan dikenakan sanksi denda sesuai Perda No. 7 Tahun 2020, tempat usaha dan pengelola destinasi yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 juga akan diproses pidana.

‘’Kerumunan akan ditindak tegas. Pak Kapolda jelas menyampaikan terkait dengan para pelanggar protokol kesehatan.  Terkait dengan perayaan tahun baru, hindari kerumunan. Bagi yang memicu terjadinya kerumunan, maka akan dipidanakan,’’ ujar Anggota Satgas Covid-19 yang juga Kepala Satpol PP NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si., dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Selasa, 22 Desember 2020.

Ia menjelaskan, pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana sudah ada di dalam Perda maupun UU tentang Kekarantinaan. Selain itu, dalam waktu dekat ini, gubernur akan mengeluarkan surat edaran terkait dengan pembatasan kegiatan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

‘’Kabupaten/kota juga sudah mulai melakukan itu. Kita tengarai memang, kalau penggunaan masker relatif sudah banyak yang memakai. Tapi jaga jarak, menghindari kerumunan masih  belum,’’ katanya.

Ia menegaskan akan dilakukan tindakan tegas bagi pelanggar protokol kesehatan pada libur Nataru.  ‘’Akan diberikan shock therapy, bisa jadi begitu bahasanya. Ada tindakan tegas bagi para pelanggar,’’ tegasnya.

Satgas Covid-19 Provinsi NTB berharap tak ada perayaan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Karena, pihak kepolisian sendiri, katanya sudah mengatakan tidak akan mengeluarkan izin keramaian.

‘’Bahkan Kapolda sudah mengajak Kajati, apabila ada indikasi pelanggaran pada pasal-pasal pidana, siap untuk memprosesnya. Karena kita tahu, kasus Covid-19 di NTB mulai meningkat, kasus kematian juga ada setiap hari,’’ katanya.

Perayaan Tahun Baru akan dibatasi, tidak boleh ada kerumunan massa. Jika ada pemilik tempat usaha seperti kafe dan tempat hiburan malam yang melanggar protokol kesehatan, maka akan langsung ditindak.

Satgas Covid-19 meminta para pemilik usaha agar jangan main kucing-kucingan. Karena jumlah aparat terbatas. ‘’Kita berharap pemilik tempat usaha ikut terlibat menjadi patriot Covid-19. Dengan menghindari acara-acara yang membuat kerumunan,’’ harapnya.

Sementara untuk mencegah kerumunan di destinasi wisata, ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata NTB. Dari penjelasan Dinas Pariwisata, hampir seluruh destinasi wisata yang ada pengelolanya, sudah dilakukan identifikasi dan persertifikasian Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE).

Jika ada destinasi wisata yang sudah mengantongi CHSE, tetapi di lapangan ditemukan tak menerapkan protokol kesehatan. Maka sertifikat CHSE akan dicabut. ‘’Selain pencabutan CHSE, juga kena sanksi denda dan pidana sesuai UU,’’ tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here