Perayaan Natal Terapkan Prokes Ketat

Lalu Martawang. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Perayaan natal yang jatuh pada 25 Desember mendatang di Kota Mataram akan dilakukan dengan berbeda. Mengingat pandemi virus corona (Covid-19) masih berlangsung, perayaan hari besar Umat Nasrani tersebut diharuskan mengikuti protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Asisten I Tata Praja dan Pemerintahan Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menerangkan aturan tersebut mengikuti Surat Edaran Kementerian Agama (Kemenag) RI Nomor 23/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19. “Ini juga sudah ada surat edaran yang diteruskan dari Walikota Mataram,” ujarnya, Selasa, 22 Desember 2020.

Diterangkan Martawang, pada prinsipnya perayaan natal adalah suatu keharusan bagi Umat Nasrani. Namun karena pandemi Covid-19 yang masih berlangsung beberapa pembatasan tetap dilakukan dan telah mendapat persetujuan bersama.

“Kita sudah pertemuan di Polresta Mataram yang dikomandoi Bapak Kapolres dan dihadiri Pengurus Gereja se-Kota Mataram. Sudah disepakati di situ, semua pada keinginan yang sama: Kita tidak ingin ada berkembang klaster baru kaitannya dengan perayaan natal tahun 2020,” jelasnya.

Dalam aturan yang telah disepakati, perayaan natal di Kota Mataram akan dilaksanakan secara virtual. Sementara untuk perayaan langsung di masing-masing gereja akan memberlakukan penerapan prokes ketat, seperti pembatasan jumlah dan pengaturan usia jemaat yang diperbolehkan hadir.

“Kalau dilakukan secara langsung kita sudah sepakati kapasitas gereja dibatasi 50 persen. Menerapkan jaga jarak, harus memakai masker, cuci tangan, dan dipastikan yang boleh hadir adalah jemaat yang sehat dengan usia yang diperbolehkan. Yang tidak diperbolehkan (hadir) itu yang usianya di atas 50 tahun dan balita,” ujar Martawang.

Untuk memantau persiapan natal, Walikota Mataram bersama Forkopimda disebutnya akan melakukan patroli keliling pada Kamis, 24 Desember 2020. “Setiap tahun Bapak Walikota selalu masuk menyapa umat ke dalam gereja, tapi karena sekarang posisi sedang pandemi seperti ini itu juga salah satu yang tidak dilakukan tahun ini. Jadi hanya pemantauan dari luar saja,” tandasnya. (bay)