Perantau Ikut Bisnis Edarkan Sabu

Tiga tersangka terkait paket sabu yang dikirim via jasa pengiriman paket kilat diamankan Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Narkoba kembali masuk ke Lombok melalui pengiriman paket kilat. Kali ini paket sabu seberat 50,31 gram yang dikirim dari Jakarta. Seorang perantau diduga menjadi kurir sabu pesanan bandar. Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB Kompol I Ketut Sukarja mengatakan, total pelaku yang diamankan sejumlah tiga orang. Mereka ditangkap di tempat terpisah. “Yang mengambil barang dari kantor agen paket kilat lebih dulu,” ucapnya, Jumat, 26 Juni 2020 kemarin.

Yang pertama diamankan yakni Ines (21) perantau asal Purbalingga, Jawa Tengah. Ines ditangkap ketika mengambil barang pada Kamis, 25 Juni 2020. “Paket sabu disamarkan dalam kiriman makanan sari pati,” kata Sukarja. Ines berkilah bukan sebagai pemilik barang. Wanita ini mengaku sebagai suruhan. Kasus itu langsung dikembangkan.

Iklan

Tim yang dipimpin AKP Made Yogi Purusa Utama kemudian bergerak ke Ampenan, Mataram. Sesuai pengakuan Ines. “Di sana kita tangkap Topan. Kita temukan barang bukti 7,69 gram sabu dalam 14 paket yang siap untuk diedarkan,” ucapnya. Ditemukan juga uang tunai Rp1,5 juta yang diduga merupakan hasil transaksi.

Topan lalu menyebut nama lain. Sampai akhirnya Beni ikut ditangkap dari rumahnya di Batulayar, Lombok Barat. Barang bukti yang ditemukan yakni sabu 2,16 gram, dan bukti riwayat komunikasi. “Barang ini dari Jawa. Kita sedang kembangkan yang di sini ini siapa pemesannya. Yang jelas ini jaringan antarprovinsi,” tutup Sukarja. Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dijerat dengan pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 127 UU RI No35/2009 tentang Narkotika. (why)

  Berkas Tersangka Kasus Rabitah Dilimpahkan ke Jaksa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here