Perangkat Desa Kuripan Ditetapkan Tersangka

Dhafid Shiddiq.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Hasil pengembangan dugaan kasus korupsi dana desa (DD) yang menyeret mantan kepala Desa Kuripan Kecamatan Kuripan Lombok Barat, pihak penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Lobar (Satreskrim Polres Lobar) menemukan bukti keterlibatan oknum perangkat desa. Atas dasar itu, perangkat desa yang masih aktif ini pun ditetapkan tersangka.

 “Itu pengembangan dari tersangka sebelumnya. Dari hasil pengembangan itu keluarlah nama itu (oknum perangkat desa),” ungkap Satreskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq yang dikonfirmasi, Senin, 19 Oktober 2020 .

Iklan

Menurutnya tersangka sudah dilakukan pemeriksanaan. Sebelumnya tersangka staf desa ini terbukti terlibat atas dugaan penyalahangunaan DD yang menimbulkan kerugian tidak lebih dari Rp 50 juta sesuai hasil audit yang dilakukan pihak Inspektorat.

Pihaknya sudah memberikan  jenjang waktu untuk melakukan pengembalian kerugian negara. Namun yang bersangkutan tak menunjukan itikad baik melakukan pengembalian.“Akhirnya kita lanjut (tetapkan tersangka), karena tidak ada itikad baik mengembalikan,” jelasnya.

Meski demikian pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan, karena dinilai koperatif dalam proses hukum yang berlangsung.“Dalam waktu dekat kita akan kirim berkasnya, kini sudah naik sidik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kuripan, Hasbi yang dikonfirmasi, mengaku sudah mengetahui kabar perangkatnya ditetapkannya sebagai tersangka oleh Polres Lobar. Ia pun membenarkan jika hingga kini bersangkutan masih aktif sebagai perangkat desa. (her)