“Perang” Survei di Pilkada KLU, Ini Hasilnya

Direktur Lembaga Survei Presisi, Darwan Samudja dan Direktur Eksekutif PolTrust Consulting and Monitoring, M. Zainal Abidin saat memaparkan hasil survei lembaganya, di Pilkada KLU. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pilkada Lombok Utara belakangan dibumbui oleh “perang opini” hasil survei dari lembaga survei politik. Jika lembaga survei Presisi (Prediksi Survei dan Statistik Indonesia) mengunggulkan Paslon JODA (Djohan Sjamsu – Danny Karter Febrianto Ridawan), Poltras ke arah sebaliknya, mengunggulkan Paslon NADI (Najmul Akhyar – Suardi).

Presisi menggalang survei dengan sampel sebanyak 440, sedangkan Poltras mengambil sampel 550 responden. Periode survei keduanya mendekati, masing-masing 22-27 Nopember dan 19-27 Nopember. Metode survei sama, multistage random sampling, wawancara tatap muka dengan kuesioner dan margin eror relatif berimbang yakni 4,8 persen dan 4,18 persen.

Hasil survei keduanya menunjukkan arah berlawanan. Presisi menempatkan keunggulan mutlak bagi Paslon JODA, dengan keunggulan 51,36 persen, NADI 34,09 persen dan swing voters (suara mengambang) cukup rendah 14,55 persen. Presisi menyebut, JODA unggul di 4 kecamatan.

“Selain temuan tingkat elektabilitas pasangan JODA cukup tinggi, sebaran suara yang bagus, Presisi juga memiliki temuan yang menguatkan alasan pasangan JODA sulit terkejar dan punya kans besar keluar jadi pemenang pada Pilkada KLU 9 Desember 2020 mendatang. Meskipun diserang dengan tsunami politik seperti, serangan money politik, tidak bisa menggoyahkan posisi Pasangan JODA,” tegas Direktur Lembaga Survei Presisi, Darwan Samudja, Kamis (3/12).

Ia melanjutkan, di antara penguat temuan survei Presisi bahwa JODA bakalan memenangkan pertarungan atau kontestasi nanti adalah, tingkat swing voter yang kecil hanya 14,55 persen, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Najmul Akhyar, rendah. Faktor lain, berdasarkan wawancara dengan responden ditemukan persepsi Politik uang (jika ada), tidak berpengaruh

“Loyal voters Pasangan JODA AKBAR cukup tinggi, dan persepsi publik terhadap Pasangan JODA lebih mampu menyelesaikan masalah KLU saat ini,” ujarnya.

Sebaliknya, lembaga survei Poltras menyatakan keunggulan konsekutif NADI ada di 5 kecamatan, dari Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung dan Pemenang. Bahkan, di kecamatan Gangga yang digadang-gadang menjadi basis suara Djohan Sjamsu, NADI juga diunggulkan.

Berdasarkan surveinya, Poltras menempatkan keunggulan NADI atas JODA. Masing-masing 31,49 persen berbanding 28,32 persen, tak menjawab 37,19 persen melalui metode tanpa simulasi spesimen surat suara. Serta keunggulan 48,92 persen berbanding 37,41 persen, tidak menjawab 13,67 persen melalui metode pertanyaan menggunakan simulasi spesimen surat suara.

“Temuan ini merupakan potret terbaru peta kekuatan elektoral masing-masing
calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara. Melihat waktu pelaksanaan Pilkada sekitar 4 hari lagi, kemampuan kandidat dan tim menggarap pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan pemilih yang masih mungkin berubah (swing voters) menjadi kunci kemenangan,” sebut
Direktur Eksekutif PolTrust Consulting and Monitoring, M. Zainal Abidin, dalam rilis Jumat (4/12). (ari)