Peran Lima Anggota JAD Bima Didalami

Suasana Rutan Polda NTB tempat diamankannya lima terduga teroris jaringan kelompok JAD.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lima terduga anggota Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bima masih diamankan di Mapolda NTB. Densus 88 Antiteror sedang mendalami peran masing-masing dalam kaitannya dengan tindak pidana terorisme. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan, satu terduga anggota JAD berinisial YA yang ditangkap Senin lalu sudah dipindahkan penahanannya. “Semua sudah di Mapolda NTB. Ada lima yang sekarang di Rutan,” ucapnya, Selasa, 30 Maret 2021.

RYA tiba di Mapolda NTB pagi pukul 08.00 Wita. Dia yang ditangkap saat sedang berjualan keliling ini bergabung dengan empat terduga teroris lainnya yang sudah dipindahkan lebih dulu Senin lalu. Penyelidikan terhadap lima terduga teroris itu, sambung dia, dalam kendali Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Polda NTB hanya menyokong pengamanan proses penangkapan serta menyediakan tempat untuk penahanan.

Iklan

Artanto belum dapat memastikan mengenai pemeriksaan para terduga teroris tersebut. Berkaitan dengan sepak terjang, hubungan dengan peristiwa bom bunuh diri di Makassar, dan perannya di dalam organisasi terlarang JAD. Demikian juga terkait barang bukti yang disita dari penggeledahan rumah para terduga teroris itu. “Untuk teknis penyidikannya itu wewenang Densus. Segala perkembangannya disampaikan Mabes Polri,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, empat orang diduga terkait dengan kelompok JAD ditangkap pada Minggu, 29 Maret 2021. “Waktu penangkapannya seiring sejalan,” ujarnya saat disinggung hubungannya dengan aksi bom bunuh diri di Makassar. Tiga orang ditangkap di Penato’i, Mpunda, Kota Bima. Antara lain, BU alias Fatih alias Fahri alias Gozi. Eks narapidana kasus terorisme, Gozi sudah selesai menjalani masa pidananya. Setelah pada tahun 2014 lalu dihukum penjara selama tiga tahun.

Gozi terbukti mengikuti perencanaan dalam pertemuan-pertemuan terkait kegiatan aksi teror dan mengikuti pelatihan ala militer di Sulawesi Tengah. Tempat itu merupakan basis kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sementara LA alias Guru Mudi disinyalir merupakan salah satu tokoh JAD Bima. Diamankan juga MH alias Abu Zahiroh. Sementara RA alias RD ditangkap di Kelurahan Na’e, Kecamatan Rasana’e, Kota Bima. Menyusul kemudian YA yang ditangkap pada Senin, 29 Maret 2021.

YA diduga merupakan kaki tangan narapidana kasus terorisme berinisial RH alias Billy alias Bilal alias Mamat alias Deden. Billy kini sedang menjalani pidana di Lapas di Nusakambangan, Jawa Tengah. Billy diputus bersalah karena terbukti mengorganisasikan persiapan aksi teror serta ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Pengadian Jakarta Timur menjatuhkan vonis penjara selama lima tahun dan enam bulan. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional