Perampok di Karang Bedil Masih Diburu

Mataram (Suara NTB) – Perampok sadis di toko madu UD Tunas Baru, Karang Bedil, Mataram Timur masih dalam perburuan polisi. Selain Polres Mataram, Polda NTB juga menerjunkan unit Reserse Mobile-nya.

“Kita juga minta bantuan back up dari Polda untuk mendalami kasus ini. Sudah ada beberapa orang yang kita curigai sebagai pelakunya,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, Senin, 13 November 2017 ditemui usai serah terima jabatan Wakapolres.

Iklan

Ia menyebutkan dari keterangan korban jumlah pelaku sebanyak lima orang. Namun mengenai ciri-ciri dan peran para pelaku masih didalami kembali. Sebab korban belum dapat memberikan kesaksian lebih jauh.

Korban perampokan pada Jumat (10/11) pagi itu masih dalam tahap pemulihan. Hj Fadlun (70) masih trauma sementara Agus Salim (55) sedang dalam pemulihan pascaoperasi luka yang dideritanya akibat kekerasan yang dilakukan para pelaku.

Dua orang tersebut menjadi korban perampokan di toko madu milik mereka. Total kerugian sementara uang tunai Rp 320 juta dan perhiasan emas 80 gram.

“Korban sendiri masih belum stabil, masih trauma. Belum bisa memberi keterangan lebih rinci. Sementara menurut keterangan korban pelakunya lima orang,” ungkapnya.

Kapolres mengimbau para pengusaha untuk memasang CCTV di tempat usahanya masing-masing. Menurutnya hal itu dapat membantu mengungkap kasus bilamana terjadi kejahatan.

“Satu dua titik lah minimal. Itu bisa membantu,” imbau dia mewanti-wanti kasus serupa terjadi di tempat lain.” Untuk kasus ini kita maksimalkan dari keterangan saksi-saksi dan bukti yang ada.”

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari penggunaan perhiasan mencolok baik di tempat ramai. Sebab hal tersebut dapat memancing niat jahat para pelaku.

“Jangan menggunakan perhiasan mencolok apalagi pedagang yang melayani pembeli, kan bertemu dengan orang banyak. Itu bias memancing niat jahat timbul,” pungkas Muhammad. (why)