Perampok Bersenjata Tajam Ditangkap

Barang bukti senjata tajam dan printer dari dua pelaku perampokan di Pagutan, Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Perampok bermasker hijau di kos-kosan Jalan Lingkar Selatan Kebon Lauk Pagutan, Mataram ditangkap. Dua pelaku, MR alias RI (51) dan JS (19) menodong korbannya dengan parang setelah lebih dulu mendobrak pintu kamar kos. Salah satu pelaku ditembak karena melawan saat ditangkap.

Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi menerangkan, dua pelaku masing-masing melengkapi diri dengan senjata tajam saat beraksi.

Iklan

“Satu pelaku, berinisial MR ini residivis. Modus dan kasusnya sama, pencurian dengan kekerasan,” ujarnya, Senin, 19 November 2018 lalu.

Dua pelaku ditangkap Kamis, 15 November 2018 siang dengan sangkan pasal 365 KUHP juncto pasal 55 KUHP.

Ciri-ciri pelaku MR dan JS, warga Jempong, Sekarbela, Mataram terdeteksi dari rekaman CCTV di TKP. MR kemudian ditangkap di tepi Jalan Gajah Mada, Jempong, Sekarbela, Kamis, 15 November 2018. Menyusul penggerebekan JS di rumah kawannya di BTN Griya Pagutan Indah petang harinya.

JS sadar sedang dalam intaian polisi saat penggerebekan. Membuatnya kabur ke pematang sawah tanpa menghiraukan tiga kali tembakan peringatan.

“Karena itu anggota kami di lapangan melumpuhkan tersangka dengan tembakan di kaki kirinya,” ungkap Kiki. Saat kabur, JS neninggalkan parang yang dipakainya beraksi.

Aksi perampokan pada Selasa, 6 November 2018. Kala itu JS dan MR mendobrak masuk kamar kos korbannya dini hari. Korbannya yang sedang tidur lantas kaget di hadapannya ada dua orang bermasker hijau menenteng senjata tajam.

“Korban diancam untuk tidak berteriak, setelah itu mengambil barang berharga korbannya,” kata Kiki.

Korban diminta menyerahkan perhiasan anting emas 2 gram, lalu sejumlah barang lain yang diambil antara lain tas ransel, ponsel pintar, dan laptop. Korban merugi sampai Rp6,5 juta.

Kiki menjelaskan, pelaku JS mengaku beraksi bersama kawannya MR, dan satu kawannya lagi berinisial T yang berperan menunggu mereka di luar TKP mengawasi keadaan.

Laptop hasil curian dijual seharga Rp1,5 juta, ponsel dijual Rp800 ribu, dan satu unit printer yang dibeli memakai uang hasil jualan barang curian.

“Kami masih memburu pelaku penadahan berinisial AR, dia yang membeli barang-barang curian tersebut,” tandas Kiki. (why)