Perambahan Hutan Aik Nyet Narmada, Keterlibatan Oknum Tokoh Masyarakat Makin Terang

Seorang Polhut berjalan melewati tenda masyarakat di kawasan areal perambahan lahan kawasan Hutan Rinjani RTK.1 Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat September lalu.(Suara NTB/Dinas LHK Provinsi NTB)

Mataram (Suara NTB) – Tersangka berinisial JNA, NRH, dan STH diduga terlibat bersama merambah kawasan hutan Gunung Rinjani RTK.1 di Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat. Mereka punya motivasi untuk mencari keuntungan. Lahan yang dirambah tersebut diduga akan diperjualbelikan.

“Kita sudah periksa saksi yang melihat mereka melakukan pembakaran untuk membuka lahan,” ungkap Kasi Gakkum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Astan Wirya, Kamis, 22 Oktober 2020. Keterangan saksi itu sudah dicantumkan dalam berkas perkara tiga tersangka tersebut. berkas itu kemudian dilimpahkan lagi ke jaksa untuk diteliti kelengkapannya. Selain itu, berkas juga memuat penambahan unsur formil.

Iklan

“Kemarin memang ada P-19 (berkas belum lengkap). Kita sudah lengkapi. Sudah kita limpahkan lagi berkasnya untuk diteliti kembali,” imbuhnya. Tiga tersangka itu menggunakan modus membakar hutan untuk membuka lahan pertanian baru. Tersangka JNA dan STH merupakan tokoh masyarakat dan ketua RT setempat. “Mereka ini aktor utamanya,” kata Astan.

Tim penyidik, imbuh dia, sudah mendapat keterangan yang menunjukkan motif perambahan hutan tersebut. antara lain, para tersangka akan membuka areal perkebunan baru. Padahal dibuka di dalam kawasan hutan. “Luasnya 300 hektare di dalam kawasan hutan lindung. Nantinya lahan perkebunan ini akan diperjualbelikan,” ungkapnya. Modus perambahannya, para tersangka membakar pohon sehingga mati. Pohon ini kemudian ditebang dan lahannya dibersihkan. Selanjutnya ditanami dengan tanaman komoditas perkebunan. (why)