Peralatan Pelatda Mayung Dirusak

Mataram (Suara NTB) – Kondisi peralatan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung 2018 ditemukan diacak-acak dan rusak. Baliho yang bertuliskan Pelatda Mayung 2017 di lokasi latihan disobek. Selain itu peralatan latihan seperti samsak ditemukan dalam kondisi dibuka dan Matras di lantai tidak dipasang kembali pada tempatnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas kegiatan latihan atlet Pelatda Mayung terganggu. Atlet yang ingin latihan teknik terpaksa berubah program latihannya akibat fasilitas latihan tidak ada di lokasi.

Iklan

“Atlet saya seharusnya latihan teknik hari Senin tapi  berubah lagi karena tidak ada Matras. Begitu juga baliho yang ada di dalam lokasi dirobek,” ucap Pelatih Pelatda Mayung 2017, Agus Suharian kepada Suara NTB di Mataram, Selasa, 28 November 2017.

Kondisi tersebut sempat membuat atlet dan pelatih beranggapan Pelatda Mayung dibubarkan. Namun, setelah dikonfirmasi Panitia Pelatda Mayung  ternyata panitia Pelatda juga tidak tahu terkait persoalan tersebut. Namun setelah dicari tahu bahwa Padepokan Silat sebelumnya digunakan untuk acara Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kemarin Padepokan Silat  digunakan untuk acara bagi-bagi Sembako oleh Kemensos. Sehingga Baliho dirusak,” ucap Panitia Pelatda Mayung, Wibowo Budi Santoso yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Selasa, 28 November 2017.

Meski demikian, Wibowo menjelaskan  persoalan  tersebut sudah selesai. Pasalnya pihak Panitia Pelatda Mayung 2017 sudah memperbaiki semua bagian yang rusak. Termasuk matras, baliho dan samsak yang diturunkan ditempatnya  sudah terpasang kembali.

Di tempat terpisah Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto SH, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut sudah mengetahui kondisi itu. Namun dia mengingatkan masalah tersebut tidak boleh diperpanjang, pasalnya pihaknya akan memperbaiki dan memasang kembali Baliho yang dirusak.

“Kita perbaiki bila ada yang rusak. Begitu juga peralatan latihan akan dipasang kembali. Saya sudah perintahkan Binpres KONI NTB untuk memperbaikinya,” jelasnya. (fan)