Perajin Mutiara Berharap Berkah MotoGP

Beberapa perajin di Gallery Mutiara Lombok Sekarbela tengah membuat kerajinan mutiara. Menyambut gelaran MotoGP 2021 di KEK Mandalika, desain khusus dengan tema MotoGP mulai disiapkan.(Suara NTB/bay)

Gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata lokal di NTB. Dengan begitu, efek ganda pada pergerakan industri kecil menengah (IKM) bisa terjadi, termasuk bagi pelaku usaha kreatif di Kota Mataram.

KELOMPOK perajin mutiara di Kota Mataram menjadi salah satu yang melihat potensi dari gelaran MotoGP tersebut. Ketua Asosiasi Persatuan Pedagang dan Perajin Mutiara Lombok (PEARL) NTB, H. Fauzi menyebut konsep-konsep desain yang mengambil tema MotoGP secara khusus telah menjadi bahasan para perajin yang ada di Kota Mataram.

Iklan

“Untuk desain yang terkait MotoGP itu sudah ada persiapannya di level anggota IKM kita dengan membuat desain yang bertema khusus. Terutama untuk perajin kekerangan dan mutiara,” ujarnya kepada Suara NTB, Rabu, 17 Maret 2021.

Dengan persiapan tersebut, pihaknya mengharapkan adanya bantuan promosi dari Pemkot Mataram. Antara lain dengan mengupayakan stand khusus di KEK Mandalika bagi hasil kerajinan kerang dan mutiara di Kota Mataram

“Bisa juga dipasangkan kita billboard di area bandara atau KEK Mandalika untuk promo sentra mutiara yang kita punya di Mataram ini. Selain itu, kita juga di asosiasi akan bekerjasama dengan pelaku pariwisata untuk paket kunjungan wisatawan atau tamu MotoGP supaya datang ke MCC (Mataram Craft Center),” jelas Fauzi.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan menguatkan kembali branding kerajinan mutiara di Kota Mataram, terutama yang dipusatkan di Gedung MCC yang baru saja dibenahi dengan berbagai fasilitas. Menurutnya, selama pandemi Covid-19 berlangsung penjualan mutiara di Kota Mataram memang mengalami penurunan signifikan.

“Tapi sejak awal tahun peningkatan kurang lebih sekitar 25-60 persen untuk penjualan dari online. Kemudian untuk penjualan secara offline, melihat pergerakan wisatawan yang datang itu 10-15 persen sudah kelihatan selama pandemi ini,” ujar Fauzi.

Kondisi saat ini diakui membaik dibanding masa awal pandemi. Di mana banyak perajin mutiara memutuskan vakum atau beralih profesi sementara dengan menjual produk kuliner dan lain-lain. “Bagaimana kita bisa bertahan saja waktu awal pandemi itu, jadi banyak yang beralih profesi sementara,” jelasnya.

Penjualan mutiara di Kota Mataram sendiri diakuinya cukup tinggi. Di mana per bulan keuntungan yang masuk dapat mencapai Rp5-10 miliar, terutama dari penjualan online. Dengan konsep penjualan dan edukasi yang dikembangkan di MCC saat ini, pangsa pasar kerajinan mutiara di Kota Mataram diharapkan dapat semakin luas.

“Sekarang ini memang pembelinya kebanyakan orang lokal kita. MCC ini kita targetkan di bulan empat (April, Red) sudah mulai aktivitas awal. Karena kalau tamu masih belum terlalu kelihatan,” ujarnya. Jumlah perajin yang siap mengelola dan terlibat dalam upaya tersebut sampai saat ini mencapai 160 IKM.

“Untuk pedagang sendiri kurang lebih berjumlah 400 pedagang. Tersebar di Karang Genteng, Kamasan, dan Ampenan,” ujar Fauzi. Dengan pengembangan MCC saat ini, pihaknya menilai kesempatan Kota Mataram untuk menarik minat wisatawan akan semakin besar. Terutama dengan adanya gelaran MotoGP yang dijadwalkan terlaksana pada Oktober mendatang. “Tamu memang banyak di sana. Kita harapkan mereka bisa diajak ke sini untuk melihat bagaimana proses dari hulu sampai hilirnya pembuatan mutiara itu,” tandasnya. (bay)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional