Perajin di Loteng Gantungkan Harapan di MotoGP

Aneka produk suvenir para perajin di Desa Ungga, Loteng yang siap dijual di event MotoGP besok (Suara NTB/ist)

PARA perajin perak di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggantungkan harapan di event MotoGP Maret mendatang. Mereka berharap akan mendapatkan hasil penjualan yang bagus dan melebihi hasil yang diperoleh saat WSBK bulan November 2021 lalu.

Ketua Forum IKM Loteng sekaligus perajin perak di Desa Ungga, Farid Rizki mengaku pihaknya sangat berharap agar dia dan semua rekan-rekannya mampu mendapatkan hasil yang bagus. Sebab saat WSBK kemarin, rata-rata para perajin mendapatkan untung yang bervariasi, tergantung dari permintaan tamu atau konsumen.

Iklan

“Memang tidak sesuai dengan target awal, namun Alhamdulillah sekitar Rp15 juta selama tiga hari WSBK kemarin. Tentu pada saat MotoGP besok, kita berharap akan lebih ramai dan produk yang kita pajang di stand akan lebih banyak yang terjual,’’ harap Farid Rizk, seperti disampaikannya kepada Suara NTB, Senin, 10 Januari 2022.

Ia mengatakan, pada saat WSBK yang lalu, para tamu yang datang untuk menonton balap banyak yang berbelanja suvenir di gallery yang ada di Lombok Barat atau Kota Mataram. Kalau di kawasan Mandalika, kebanyakan tamu menikmati nonton balapan dan mengagumi sirkuit. Memang ada yang berbelanja suvenir di Mandalika, namun tak terlalu signifikan. “ Karena yang saya lihat kemarin saat WSBK, makanan yang paling laris,” tuturnya.

Pada saat WSBK, ia mendapat stand jualan di kawasan Mandalika yang difasilitasi oleh Telkom. Para perajin atau pelaku UKM saat event kemarin memang banyak yang difasilitasi oleh Pemda, Kementerian/Lembaga, dan BUMN untuk berjualan. Sebab banyak lembaga dan BUMN memiliki UKM/IKM binaan yang diharapkan bisa berbuat banyak saat event berlangsung.

Farid sendiri membuat aneka suvenir perak bernuansa Mandalika yang diharapkan bisa menarik konsumen untuk membeli seperti bros liontin dengan aneka bentuk dan variasinya. “ Ada bros lumbung, bros Mandalika, bros Pulau Lombok dan itu paling banyak dicari karena yang tiga ini melambangkan kita,” tuturnya.

Ada pula rekan perajin kerang yang ada di Sekotong, Lombok Barat kata Farid yang mendapat order dari konsumen sampai ratusan biji dengan bentuk Sirkuit Mandalika dan lumbung. Artinya semua produk kerajinan yang bernuansa Mandalika menjadi magnet usaha yang prospektif saat ini.

Ia berharap, selain menyiapkan stand khusus di kawasan Mandalika, Pemda perlu menyiapkan desa-desa yang memiliki potensi wisata dan UKM agar bisa dikunjungi oleh wisatawan. Sehingga tamu yang datang ke Mandalika tak hanya menonton event balap, namun juga mereka bisa berwisata ke banyak destinasi dan menghabiskan uangnya di sana, sehingga dampak MotoGP bisa lebih merata.

Farid mengatakan, para pelaku UKM tetap optimis bahwa kehadiran Mandalika dengan semua event balap di sana akan bisa membangkitkan ekonomi masyarakat. ‘’ Pelajaran dari WSBK kemarin, semoga ada perbaikan di MotoGP besok ini,’’ harapnya.(ris)

Advertisement