Peraih Nilai SKD Tertinggi Bagi-bagi Kunci Sukses

Virgynia Dirgantari Merpati. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Guru privat yang juga pemilik eco racing, Virgynia Merpati Dirgantari menggeser posisi Irma Ista Athiya sebagai peserta calon pegawai negeri sipil yang mendapatkan nilai seleksi kompetensi dasar tertinggi di Kota Mataram. Virgynia mendapatkan skor 430 pada saat tes, Jumat, 7 Februari 2020 lalu. Kepada Suara NTB, ia pun berbagi sejumlah hal yang menjadi kunci suksesnya.

Ditemui di kediamannya di Jalan Alexandria IV Blok G Nomor 8 Perumahan Kodya Asri, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Virgynia tampak biasa – biasa saja dengan penampilan sederhana dengan baju kaos berwarna hitam dan celana jeans hitam.

Iklan

Mantan guru SD Alethia, Ampenan begitu ramah. Virgynia yang sehari – hari sibuk menjalankan bisnis eco racing sejenis bahan bakar hemat energi tidak menyangka bahwa hasil seleksi kompetensi dasar melampui ekspektasinya selama ini.

Pengalaman seleksi sebelumnya, ia harus mengubur mimpinya untuk ikut seleksi kompetensi bidang. Pasalnya,nilai yang diperoleh tidak lolos passing grade.

“Saya ndak lolos di TKP tahun lalu. Sampai saya bertanya pada diri sendiri. Jangan – jangan saya ndak punya kepribadian sendiri,” jawabnya sambil tersenyum saat ditemui, Senin, 10 Februari 2020. Meraih nilai tertinggi dengan skor 430 dengan rincian tes intelegensi umum 160, tes wawasan kepribadian 145 dan tes wawasan kebangsaan 125 bukan hal yang mudah.

Anak bungsu pasangan Sardjono (alm) dan Endang Retno Wulan belajar dari pengalaman sebelumnya. Dia memacu diri belajar dan mencari referensi di internet, buku serta contoh soal CPNS yang dibagikan oleh rekannya di akun media sosial. Kuncinya kata dia, bagaimana mengatur waktu dengan baik. Saat tes, ia mendahulukan soal yang dianggap mudah.

“Saya kerjakan TKP dulu. Baru TWK dan TIU. Sisa waktu 20 menit saya lihat lagi soalnya apakah sudah benar atau tidak. Yang tidak saya yakini benar itu saya catat,” jelasnya.

Selain menjalankan bisnis bersama suaminya, Virgynia meluangkan waktunya mengajar enam murid untuk les privat. Sehari, ia bisa berkeliling mengajar tiga tempat. Meskipun sibuk menjalankan usahanya, ia mengaku sama sekali tidak terganggu dengan aktivitasnya.

Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univertas Mataram menyebut, mengajar adalah sesuatu yang menjadi hal yang disenanginya sejak dulu. “Ini sudah passion saya sejak dulu,” cetusnya.

Kenapa tertarik menjadi pegawai negeri sipil. Sementara, penghasilan bisnisnya lebih besar? Ketertarikan sebagai pegawai khususnya guru merupakan dorongan dari orangtua dan suaminya. Virgynia ingin mengabdikan diri untuk negeri demi mencerdaskan generasi muda. Dia menyadari langkahnya menjadi calon pegawai negeri sipil masih butuh perjuangan.

Ia harus kembali bertarung dengan pesaing lainnya di tes kompetensi bidang. Salah satu yang akan dilakukan adalah terus mengasah kemampuan dan belajar agar mewujudkan mimpinya sebagai guru di SDN 41 Cakranegara. Virgynia berpesan ke pelamar lainnya yang belum tes SKD, agar jangan pesimis, tetap belajar dan latihan soal. Paling penting adalah mengatur waktu saat menjawab tiga materi soal.

“Jangan lupa berdoa juga,” imbuhnya. (cem)