Perahu Dihantam Ombak di Perairan Jatim, Seorang Nelayan Asal Buwun Mas Meninggal, Satu Hilang

Tiga nelayan asal Buwun Mas Kecamatan Sekotong yang perahunya dihantam ombak di perairan selatan Jatim berhasil diselamatkan.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Perahu yang ditumpangi nelayan asal Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) mengalami kecelakaan saat mencari lobster di perairan selatan Tulungagung Provinsi Jawa Timur (Jatim) Selasa (31/8/2021). Perahu ini mengalami pecah akibat dihantam ombak. Lima nelayan dilaporkan menjadi korban dalam kejadian itu, dari lima korban itu tiga orang berhasil selamat, sedangkan satu orang ditemukan meninggal dan satu orang lagi masih dalam proses pencarian

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Kantor Basarnas Surabaya. Dari informasi yang diperoleh, kejadian itu dilaporkan ke Kantor Basarnas Surabaya Rabu 1 September 2021, pukul 15.00 WIB. Kecelakaan kapal yang ditumpangi lima orang nelayan itu terjadi di sekitar Perairan Pantai Sine Kabupaten Tulungagung. Dari lima korban itu, selamat tiga orang. Sedangkan dalam pencarian dua orang. Identitas kelima korban yang semuanya warga Buwun Mas. Korban selamat di antaranya, Junaidi Bin Dempet (40). Ahmad bin Arif (26). Ahmad Jaelani bin Munib (26). Sedangkan korban dalam pencarian, yakni Alfan Aziz (25) dan Marwin (24).

Iklan

Berdasarkan laporan kejadian yang diterima Kantor Basarnas Surabaya, kronologi kejadian naas itu, sekira pukul 11.00 WIB ketika sedang mencari ikan perahu mereka diterjang ombak sampai pecah. Dan mengakibatkan lima orang nelayan yang berada di perahu tersebut tenggelam. Tiga orang berhasil diselamatkan oleh nelayan sekitar, sedangkan dua orang belum diketemukan.

Kepala Desa Buwun Mas Rochidi yang dikonfirmasi membenarkan kejadian kecelakaan kapal yang menimpa warganya tersebut. “Lima warga kami mengalami kecelakaan di perairan Jawa, mereka warga Dusun Sepi yang mencari lobster. Dari lima korban itu, tiga selamat, satu ditemukan (meninggal), satu orang belum ditemukan,” terangnya, Jumat, 3 September 2021.

Menurutnya, warga sekitar yang berprofesi sebagai nelayan memang biasanya menangkap lobster hingga ke perairan Jawa kalau lobster di perairan di daerah itu kurang. Kadang nelayan ikut perahu nelayan orang Jawa, atau menggunakan perahu sendiri. “Seperti halnya nelayan Jawa yang kemari menangkap lobster, mereka ikut menyelam di sana (perairan Jawa),” imbuhnya.

Informasi yang diterima, warga yang sudah ditemukan meninggal rencananya mau dimakamkan di sana. Karena kondisi saat ini, pandemi Covid-19 sulit membawa jenazah pulang.  Pihaknya sudah mendapatkan informasi dari keluarga. Pihak desa akan membantu pihak keluarga dalam kegiatan hari pertama sampai sembilan hari tahlilan.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional