Penyusutan Aset Pemkot Capai 500 Miliar Lebih

Mataram (Suara NTB) – Aset yang dimiliki oleh Pemkot Mataram mengalami penyusutan mencapai Rp 500 miliar lebih atau tepatnya Rp 555 miliar.

Neraca aset disajikan per tanggal 31 Desember 2016 senilai Rp 2,7 triliun. Untuk aset tidak tidak berwujud senilai Rp 1.579. 194.800. Jumlah ini bertambah dari aset tidak tetap di tahun 2015 senilai Rp 753.929.800.

Iklan

Saldo aset tetap dilaporkan senilai Rp 2,1 miliar. Meningkat 35,77 persen dibandingkan saldo aset tetap tanggal 31 Desember 2015 senilai Rp 1,6 miliar. Aset berupa investasi jangka panjang Rp 136 miliar lebih. Demikian pula, aset lancar senilai Rp 192 miliar.

Menanggapi penyusutan aset itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H.M. Syakirin Hukmi menjelaskan, total aset yang dimiliki oleh Pemkot Mataram sejak baru didirikan hingga posisi 31 Desember 2016 senilai Rp 2,7 triliun. Untuk aset tetap senilai Rp 2,1 triliun, aset lain – lain Rp 267 miliar, aset jangka panjang Rp 136 miliar, dan investasi jangka panjang Rp 136 miliar lebih.

Seiring berjalan waktu tambah Syakirin, aset berupa gedung, randis, dan alat elektronik lainnya mengalami penyusutan senilai Rp 555 miliar lebih. “Ini posisi akumulasi neraca sejak awal berdirinya Kota Mataram sampai saat ini,” kata Syakirin, Selasa, 12 Juli 2017.

Penyusutan terjadi kata Syakirin, karena nilai ekonomis barang berkurang. Penyusutan tidak mengeluarkan biaya. Padahal, biaya pemeliharaan tetap ada. Tetapi nantinya, ada nilai buku. Paling tidak nilai ini mencerminkan untuk menghapus biaya – biaya nilai sebesar nilai buku.

Selain itu, aset yang hilang sehingga dilakukan penyelesaian melalui tim penyelesaian aset daerah. “Belum lagi yang hilang,” terangnya kembali.

Dikatakan, aset terus mengalami penyusutan setiap tahunnya. Karena, nilai barang semakin berkurang. Sebagai contoh, kendaraan dinas dan barang elektronik harganya semakin turun karena kategori barang bekas. Dalam pelaporan neraca ini tetap dihitung. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here