Penyumbang Inflasi di NTB

H. Fathurrahman (Suara NTB/dok)

MENJELANG lebaran, harga daging sapi dan ayam ras merangkak naik. Naiknya harga daging diperkirakan akan menyumbang inflasi di NTB.

‘’Penyumbang inflasi masih di kelompok bahan makanan dan minuman. Beberapa produk yang mulai naik, tetapi tidak terlalu banyak. Ini indikasi saja atau potensi,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si., dikonfirmasi disela-sela kunjungan Menteri PPN, H. Suharso Manoarfa di STIP NTB, Minggu, 2 Mei 2021.

Iklan

Fathurrahman mengatakan pasokan daging di NTB sebenarnya mencukupi. Tetapi ketika berhadapan dengan hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri, selalu ada fluktuasi harga.

“Cenderung naik walaupun stoknya ada. Seperti ada kelaziman. Tapi nanti dia normal lagi setelah lebaran. Asalkan jangan sampai kenaikannya signifikan sekali,” kata Fathurrahman.

Ia menambahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB bersama Satgas Pangan Polda NTB akan tetap melakukan pemantauan kepada distributor. Jangan sampai harga daging melonjak cukup tajam jelang lebaran ini.

“Stok daging kita di NTB, daging karena kita swasembada. Begitu juga ayam sebenarnya tercukupi. Aman menjelang lebaran,” tandasnya.

Pada bulan Maret 2021, inflasi NTB yang merupakan gabungan Kota Mataram dan Kota Bima sebesar 0,31 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,74 pada bulan Februari 2020 menjadi 105,06 pada bulan Maret 2021. Angka inflasi ini lebih besar dibanding angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,08 persen. Untuk wilayah NTB, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

Inflasi Gabungan Dua Kota Bulan Maret 2021 sebesar 0,31 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,64 pernsen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,60 persen, Kelompok Transportasi sebesar 0,30 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,12 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen.

Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,04 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran sebesar 0,01 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 0 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,88 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Lima komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi di bulan Maret 2021, antara lain cabai rawit, tarif air minum PDAM, ikan layang/ikan banggol, ikan bandeng/ikan bolu, dan angkutan udara. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain tomat, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, dan ikan ekor kuning. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional