Penyintas Covid Tak akan Divaksin

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Masyarakat yang terpapar dan sudah sembuh dari Covid-19 atau penyintas Covid-19 tidak akan divaksin. Pasalnya, pasien yang terpapar Covid-19 sudah mendapatkan imunitas aktif.

Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menjelaskan untuk menciptakan imunitas tubuh ada dua, yakni aktif dan pasif. Vaksinasi merupakan salah satu cara membuat imunitas tubuh secara pasif.

“Kalau orang sakit (Covid-19) itu mendapatkan imunitas aktif, karena dia langsung dapat penyakitnya. Jadi, penyintas ndak masuk divaksin. Yang sedang sakit juga apalagi, ndak boleh (divaksin). Yang sudah sembuh pun ndak perlu. Karena mereka sudah punya antibodi,” kata Eka dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 26 November 2020.

Ia menjelaskan, vaksinasi adalah  memasukkan kuman yang dilemahkan. Sehingga tubuh membentuk antibodi. Sementara orang yang sudah sakit, sudah punya antibodi di tubuhnya.

Jika mengacu jumlah pasien Covid-19 yang sudah sembuh di NTB, Rabu, 25 November 2020, maka sebanyak 3.842 orang yang tidak akan divaksin. Selain itu, pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 560 orang, juga tak akan divaksin.

Eka mengatakan, masyarakat yang akan divaksin Covid-19 berusia antara 18 – 50 tahun. Dengan jumlah penduduk NTB yang saat ini mencapai 5,2 juta orang, maka masyarakat yang akan divaksin Covid-19 sekitar 3 juta orang.

Namun, nantinya vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap. Kelompok yang paling berisiko terkena Covid-19 akan menjadi prioritas utama, yakni tenaga kesehatan, TNI, Polri dan guru atau ASN.

Untuk tenaga kesehatan, Eka menyebutkan sudah menyampaikan data ke Kemenkes sebanyak 17.000 orang di NTB. Sedangkan TNI dan Polri sekitar 20 – 30 ribu orang.

Terkait vaksinasi Covid-19 ini, Eka mengatakan Pemda masih menunggu dari Kemenkes. Jika vaksin sudah datang, pelaksanaan vaksinasi akan mengikuti roadmap yang telah dibuat Kemenkes.

‘’Vaksin itu harus ada izin dari BPOM dan MUI. Kalau itu sudah clear, baru jenis vaksin. Pelatihan petugas juga sesuai jenis vaksinnya,’’ tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here