Penyidikan PT APC Mandek, Kejati NTB Bakal Evaluasi Kejari Lotim

Mataram (Suara NTB) – Pengusutan dugaan korupsi penggunaan lahan kawasan hutan lindung Sekaroh lama tak terdengar kabarnya. Dalam kasus itu sudah ditetapkan tersangka korporasi, PT Autore Pearl Culture (APC) dan mantan Kadis Kehutanan Provinsi NTB, berinisial AP.

Kasus itu masih dalam penanganan Kejari Lombok Timur. Tahapan penangannya yakni penyidikan. Indikasi kerugian negaranya pun sudah dihitung.

Iklan

Kepala Kejati NTB, Muhammad Dofir menegaskan, jaksa penyidik Kejari Lotim apabila memiliki kesulitan bisa mengajukan koordinasi dengan jaksa Kejati.

“Kalau belum selesai kendalanya apa, seperti kita supervisi lah,” ujarnya ditemui Kamis, 17 Mei 2018 didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus, Ery Harahap.

Pengusutan kasus itu tetap dalam pengawasan dan evaluasi Kejati NTB. Setiap perkembangannya dilaporkan melalui Asisten Tindak Pidana Khusus, Ery Arianto Harahap. “Pengendaliannya di Aspidsus,” sebut Dofir.

Kasus itu masih dalam penanganan Kejari Lotim. Tersangka dan saksi sudah menjalani pemeriksaan. Berikut pemeriksaan alat-alat bukti, pengecekan lapangan, dan penghitungan kerugian negara.

Dofir menyebut jaksa Kejari Lotim bisa meminta backup jaksa Kejati NTB, apabila menemui hambatan.

“Kalau ada kesulitan bisa juga diekspos di sini. Tapi untuk penyidikannya di sana, serahkan kepada Kejari dulu,” ucap dia.

Menurut hasil perhitungan tim Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, seperti diutarakan Kasi Pidsus Kejari Lotim, Iwan Gustiawan dalam suatu kesempatan, indikasi kerugian mencapai Rp 1 miliar.

PT APC, korporasi budidaya mutiara asal Italia dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 dan atau pasal 5 dan atau pasal 13 dan atau pasal 15 dan atau pasal 20 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, tersangka AP disangka pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

PT APC mulai ekspansi bisnis di perairan perairan Dusun Sunut, Dusun Temeak, dan Dusun Telone, Desa Pamongkong, Kecamatan Jerowaru sejak tahun 2007. Fasilitas budidaya mutiara PT tersebut masuk dalam kawasan Hutan Lindung Sekaroh RTK-15. Pemanfaatan lahan di dalam kawasan hutan lindung diduga menyimpang. (why)