Penyidikan Kasus Korupsi Rababaka Tuntas

M. Isa Ansyori. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Berkas perkara dugaan korupsi DD/ADD Desa Rababaka tahun 2018, akhirnya dilimpahkan ke jaksa peneliti untuk pemeriksaan terkait kelengkapan syarat formil dan materil. Itu artinya, penyidikan kasus yang telah merugikan keuangan negara Rp222 juta tersebut, tuntas dilakukan penyidik kejaksaan.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan  Negeri (Kejari) Dompu, M. Isa Ansyori, SH., kepada Suara NTB di kantornya, Selasa, 22 September 2020 menyampaikan, perkara korupsi yang menjerat Kepala Desa Rababaka inisial Ts tersebut, sudah memasuki tahapan pra penuntutan di pengadilan.

Iklan

“Untuk perkara Rababaka penyidikan kita sudah selesai dan sekarang masuk tahap pra penuntutan,” ungkapnya.

Kendati sejumlah tahapan telah dilalui, penyidik masih belum mau menahan tersangka. Selain karena belum melihat adanya upaya melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatannya, penyidik juga mempertimbangkan soal himbauan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang tengah memperketat penitipan tahanan dimasa pandemi Covid-19 ini.

Kendati begitu, tegas M. Isa Ansyori, jika penahanan diperlukan untuk kepentingan persidangan maka penuntut umum bisa langsung melakukannya. “Nanti kita lihat kebutuhan penyidik dan penuntut umum dalam menyikapi soal penahanan tersangka ini,” ujarnya.

Sejauh pemeriksaan saksi yang sudah dilakukan pada tahap penyidikan kasus, pihaknya belum menemukan adanya indikasi keterlibatan pelaku lain dalam kasus korupsi DD/AD yang telah merugikan negara Rp222 juta tersebut. Karenanya, Oktober 2020 mendatang berkas perkara tersangka rencananya akan dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan.

“Kalau kerugian dikembalikan itu akan lebih baik, tapi tidak akan menggugur proses hukum terhadap yang bersangkutan. Cuma akan menjadi bahan pertimbangan saja nantinya untuk beliau sendiri dari penuntut umum,” pungkasnya. (jun)