Penyidikan Kasus Dermaga Gili Air Tuntas, Tersangka Belum Bisa Dilimpahkan ke JPU

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Lima tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga Gili Air Lombok Utara tahun 2017 belum bisa menjalani tahap dua. Salah satu tersangka berinisial ES masih menjalani sidang korupsi di Jawa Timur. Proses penuntutannya nanti setelah sidang ES selesai. “Nanti dia (jika diputus bersalah) di sini (eksekusi). Kita koordinasi dengan Kumham untuk kasusnya dia yang di sini nanti,” ungkap Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Rabu, 3 Maret 2021.

Berkas perkara kasus ini sudah dinyatakan lengkap. Proses selanjutnya ke tahap penuntutan. Melalui pelimpahan tersangka dari penyidik ke jaksa penuntut umum (JPU). Para tersangka itu yang akan dilimpahkan diantaranya rekanan pelaksana berinisial ES. Kemudian tersangka pejabat pembuat komitmen pada Dishublutkan Lombok Utara berinisial AA; pemilik perusahaan pemenang tender berinisial SU, dan konsultan pengawas berinisial LH dan SW. “Nanti jadwalnya (pelimpahan) tergantung jaksa,” sebutnya.

Iklan

Tersangka ES meminjam bendera perusahaan milik SU yang memenangi tender pengerjaan proyek pembangunan Dermaga Gili Air senilai Rp6,28 miliar. Konsultan pengawas menyatakan progres pekerjaan sesuai dengan kontrak. Meskipun diduga ada kelebihan pembayaran dan kekaurangan volume dalam pengerjaan proyek. Proyek dermaga Gili Air dibiayai dengan anggaran dari APBN dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017. Audit BPKP menemukan kerugian negara sebesar Rp1,24 miliar. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional