Penyidik Siapkan Ekspose Penetapan Tersangka di Kasus LCC

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Hasil hitung kerugian negaram masih menjadi ganjalan Kejati NTB melanjutkan kasus dugaan korupsi aset Lombok Barat untuk kerjasama mal Lombok City Center (LCC) di Narmada tahun 2013. Sejatinya, jaksa penyidik sudah siap menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Hasil PKKN (penghitungan kerugian keuangan negara) kan belum kita terima. Kalau itu sudah ada, jaksa penyidik sudah siap ekspose (penetapan tersangka),” ungkap Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan ditemui akhir pekan lalu.

Iklan

Kasus LCC Narmada, Lombok Barat. Jaksa penyidik masih dalam tahap menanti hasil audit kerugian negara, yakni dari penyertaan modal sebesar Rp Rp1,7 miliar.

Dana penyertaan modal PT Tripat itu dipakai untuk kerjasama operasional LCC bersama PT Bliss Pembangunan Sejahtera (BPS). Auditor Inspektorat Lombok Barat menemukan indikasi kerugian negara Rp502,2 juta dari penyertaan modal itu.

PT Tripat juga menyertakan aset Pemkab Lobar berupa lahan seluas 3,4 hektare yang sebelumnya berdiri bangunan Dinas Pertanian Lombok Barat. Ganti rugi bangunan sebesar Rp2,7 miliar.

Dari ganti rugi bangunan, Inspektorat menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 665,2 juta. Pengelolaan LCC merupakan kerjasama antara perusahaan daerah PT Tripat dengan PT Bliss Pembangunan Sejahtera. Nilai investasinya mencapai Rp1 triliun.

Mal LCC dibangun di atas lahan 6 hektare milik Pemda Lobar dari total 8,4 hektare. PT Tripat dengan PT Bliss sebagai mitra diduga membuat klausul kerjasama operasional tanpa batas akhir waktu, penunjukkan pengelola tanpa melalui tender, dan sampai pelepasan aset. (why)

  Penyidikan Kasus Bedah Desa di Loteng Mentok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here