Penyertaan Modal pada PDAM dan Bank NTB Belum Pasti

Tanjung (Suara NTB) – Anggaran penyertaan modal pada PDAM Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan PT. Bank NTB hingga kini belum pasti. Sampai pada proses pembahasan KUA PPAS, Tim Pengkaji Penyertaan Modal masih belum memutuskan apakah menerima atau tidak apabila eksekutif mengusulkan dana penyertaan.

“Kita belum final membahas dana penyertaan modal pada PT. Bank NTB dan PDAM. Sampai saat ini, kita juga belum pegang hasil kajian dari PDAM dan Bank NTB ” kata Ketua Komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima singkat, Jumat, 23 September 2016.

Iklan

Terpisah, Kepala Bank NTB Cabang Tanjung, L. Purnawan menuturkan, sejak 2010 hingga 2016, total Dana APBD KLU yang disertakan di Bank NTB sebesar Rp 23,021 miliar. Terakhir penyertaan modal disetorkan sebanyak Rp 4 miliar melalui APBD murni 2016. Kabar bahwa Pemda KLU akan menambah saldo penyertaan modal pada APBDP 2016 sebesar Rp 8 miliar, sedikitnya memberi harapan bagi manajemen Bank NTB Cabang Tanjung.

“Kita belum tahu apakah modal Pemda KLU akan ditambah atau tidak, tetapi sebelumnya sudah ada komitmen dari Pemda untuk menambah setoran modal,” kata Purnawan.

Dijelaskan Purnawan, KLU sebagai pemegang saham di Bank NTB besaran penyertaan modal menempatkan KLU di urut 7 dari 11 daerah pemegang saham. Peringkat ini sedikit lebih baik dari 4 kabupaten/kota lain, mengingat KLU tergolong daerah dengan otonomi paling muda di NTB.

Bank NTB kian optimis bilamana di sejumlah rapat dengar pendapat dengan DPRD, sejumlah anggota legislatif berhasrat memperbaiki peringkat kepemilikan saham. Jika memungkinkan, KLU ingin posisi kepemilikan saham berada 1 trip di bawah provinsi.

“Pada dasarnya, modal inti sebesar Rp 1 triliun sudah terpenuhi, tetapi bukan berarti modal sudah cukup, karena kita mengarah ke Buku Dua. Apalagi dalam RBB (Rencana Bisnis Bank) 2015, Kantor Pusat Bank NTB sudah merencanakan pembangunan gedung baru Kantor Cabang Bank NTB Tanjung,” paparnya.

Purnawan mengakui bahwa di KLU, Bank NTB berperan penting dalam menunjang denyut nadi perekonomian masyarakat. Bank NTB telah melakukan fungsi intermediasi perbankan, baik di daratan KLU maupun wilayah 3 Gili.

“Transaksi harian kita cukup tinggi, bisa kita katakan Bank NTB leading dibanding bank umum lain di KLU. Dana pihak ketiga yang dipercayakan di Bank NTB capai ratusan miliar dalam bentuk saving, deposito dan giro,” demikian Purnawan. (ari)