Penyelundupan Bibit Lobster di LIA Diduga Libatkan Petugas Bandara

Mataram (suarantb.com) – Petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Kelas II Mataram bersama Avsec Lombok Internasional Airport (LIA) menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster melalui LIA, Jumat, 7 Oktober 2016.

Menurut Kepala Balai KIPM, Muhlin, penangkapan pelaku bermula dari kecurigaan seorang petugas Lion Air, terhadap sebuah koper yang belakangan diketahui berisikan benih lobster. “Petugas mencurigai isi koper. Karena pada koper terasa dingin dan memiliki unsur air,” ujarnya saat menggelar keterangan pers di Kantor KIPM Kelas II Mataram, Jumat, 7 Oktober 2016.

Iklan

“Dalam koper tersebut terdapat 49 kantong berisikan bibit lobster. Sebanyak 24.500 ekor bibit lobster berhasil disita pada pukul 05.50 Wita,” sambungnya. Pemilik bibit lobster tersebut berinisial J, beralamat di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Pelaku J hendak membawa lobster tersebut ke Batam, dengan lebih dulu transit ke Surabaya. Pelaku rencana menyelundupkan lobster menggunakan pesawat Lion Air tujuan Surabaya dengan nomor penerbangan JT 823, yang kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Batam.

Seorang Petugas Pemadam Kebakaran (PK) bandara diduga terlibat dalam meloloskan penyelundupan bibit lobster tersebut. Namun, dalam keterangan pers yang juga dihadiri oleh Kepala Airport Duty Manager (ADM) dan Kepala Airport Security Section Head, belum berani untuk mempublikasikan inisial dan modus oknum petugas PK meloloskan pelaku.

“Pelaku (J) masuk tanpa melalui jalur semestinya. Kemudian masuk melalui pintu PK yang terbuka,” beber Kepala ADM, Putu Oka Ardana.

Beberapa awak media mencoba untuk mengorek kebenaran terkait keterlibatan oknum Petugas PK LIA dalam meloloskan penyelundupan lobster tersebut. Namun Putu belum berani menyimpulkannya, dikarenakan masih harus harus dilakukan pengembangan. “Ada (keterlibatan oknum PK LIA). Tapi ini masih dikembangkan,” jelasnya.

5-2

Sejumlah bibit lobster yang hendak diselundupkan melalui LIA, Jumat, 7 Oktober 2016 (suarantb.com/szr)

Airport Security Section Head, Wayan Kurma, membantah penyelundupan menggunakan fasilitas mobil kebakaran. Menurutnya kabar tersebut tidak benar. “Tidak ada menggunakan mobil pemadam kebakaran. Saya ulangi, tidak ada menggunakan mobil pemadam kebakaran,” tegasnya.

Dalam kasus tersebut, diamankan empat orang. Dua di antaranya yakni pelaku dan oknum petugas PK bandara. Sementara dua lainnya belum diketahui. Para pihak yang ditanya media mengatakan masih akan mengembangkan kasus tersebut.

Upaya pengeluaran komoditi ini dilarang berdasarkan pasal 3 Permen KP nomor 1 tahun 2015 tentang penangkapan lobster, kepiting dan ranjungan. Sementara pasal lain yang dilanggar yakni, pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) dan/atau pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) huruf J undang-undang nomor 31 tahun 2004 sebagimana yang telah diubah dalam undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan. Ancaman maksimal 6 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar. (szr)