Penyelundupan 2,6 Kg Sabu, Istri Tersangka Bisa Menyusul Masuk Penjara

Helmi Kwarta Kusuma Putra.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Aksi penyelundup sabu 2,6 kg, Rasid menempatkan keluarganya meniti jalan ke penjara. Dari 16 orang keluarga yang dibawanya dari Padang, Sumatera Barat, lima diantaranya masih ditahan termasuk Rasid. Sisanya dipulangkan masing-masing ke Subang, Jawa Barat dan Batam, Kepulauan Riau.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra menerangkan, mereka yang masih ditahan ini berkaitan erat dengan aktivitas Rasid yang memasukkan bungkus sabu ke dalam jok mobil. “Mereka berhubungan dengan Rasid,” terangnya, Senin, 28 September 2020. Namun sejauh ini baru Rasid yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan sangkaan pasal 112 dan atau pasal 114 UU Narkotika. Yang ancamannya penjara paling lama seumur hidup. “Sisanya masih saksi,” imbuh dia.

Iklan

Mereka yang menjadi saksi ini belum aman. Sebab, tim penyidik sedang mengembangkan kasus tersebut. apabila ada bukti yang kuat, bukan tidak mungkin saksi-saksi itu menjadi tersangka. Termasuk istri Rasid yang dibawa dari Batam, Asih. “Kalau ada bukti, diantara yang empat orang itu bisa kita jadikan tersangka,” jelasnya.

Pendalaman yang kini digarap terkait pasal 132 UU Narkotika. Yaitu pihak lain yang bermufakat jahat dalam hal penyelundupan sabu tersebut. “Walaupun yang lain ini tidak membawa barang. Tidak mungkin istrinya tidak tahu. Bukti pil ekstasi itu kan punya istrinya,” kata Helmi. Hasil tes urine juga menguatkan dugaan tersebut. yang mana, Asih teridentifikasi positif. Asih diduga mengonsumsi ekstasi selama perjalanan menuju Lombok. Kemudian saksi lain, Mawar dan Udin diduga kaki tangan Rasid dalam peredaran narkoba di wilayah Lombok.

Rasid sebelumnya ditangkap pada Kamis (24/9) lalu di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Dia kedapatan menyembunyikan sabu di dalam lapisan jok mobil. Sabu tersebut beratnya 2,6 kg. Rasid yang bekerja menjadi tekong TKI di Batam ini dalam misi pengiriman sabu kelima kalinya. Satu kali pengantaran upahnya sampai Rp40 juta. (why)