Penyelundupan 1.750 Ekor Benih Lobster Digagalkan di Pelabuhan Kayangan

Mataram (suarantb.com) – Petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Kelas II Mataram bersama Anggota Polsek KP3 Kayangan, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.750 ekor benih lobster, Jumat 7 Oktober 2016.

Menurut Kepala Balai KIPM, Muhlin, pengungkapan adanya upaya penyelundupan benih lobster tersebut setelah mendapat  informasi akan adanya upaya penyelundupan benih lobster dari Bima menuju Mataram.

Iklan

“Jadi ada informasi akan ada upaya penyelundupan benih lobster melalui Kapal Nusa Wangi yang memuat bus jurusan Bima – Mataram membawa 1.750 ekor benih lobster. Sehingga petugas kami turun dan mengamankannya,” ujarnya saat ditemui di Balai KIPM, Jumat, 7 Oktober 2016.

Penggagalan dilakukan pukul 05.45 Wita. Ditemukan satu dus berisi lima kantong plastik yang di dalamnya terdapat benih lobster. Upaya pengeluaran komoditi tersebut dilarang berdasarkan Permen KP nomor 1 tahun 2015 tentang penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan.

“Dalam pasal 3 Permen KP tersebut disebutkan larangan menangkap lobster bertelur dan di bawah 300 gram atau panjang kerapas di bawah 8 cm,” jelasnya.

Sementara diamankan seorang sopir untuk dilakukan pengembangan terhadap pengirim dan penerima barang. Benih lobster tersebut dilepaskan di kawasan konservasi Gili Air, Kabupaten Lombok Utara.

Pasal yang dilanggar yakni, pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) dan/atau pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) huruf J undang-undang nomor 31 tahun 2004 sebagimana yang telah diubah dalam undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan. Ancaman maksimal 6 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar. (szr)

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram, Muhlin, saat memberi keterangan pers di Mataram, Jumat, 7 Oktober 2016 (suarantb.com/szr)