Penyelidikan Kasus Cendrawasih Dihentikan Jaksa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Setelah melalui proses penyelidikan yang cukup panjang, kasus dugaan penyimpangan proyek revitalisasi Lapangan Cendrawasih Kabupaten Sumbawa akhirnya dihentikan. Hal ini mengingat tidak ditemukan adanya tindak pidana korupsi dalam pelaksanaannya.

Kajari Sumbawa, Paryono, SH yang ditemui wartawan di ruangannya, Rabu, 31 Mei 2017 lalu membenarkan hal tersebut. Pihaknya tidak bisa melanjutkan penanganan kasus ini ke tahap selanjutnya.

Iklan

Dari penyelidikan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya bukti awal tindak pidana korupsi didalamnya. Meskipun demikian jika nantinya ada bukti-bukti yang mengarah kepada tindak pidana korupsi, maka kasus ini akan dibuka kembali.

“Kasus Cendrawasih sudah kami hentikan, karena tidak ditemukan bukti awal tindak pidana korupsi,” kata Kajari.

Mengenai adanya dugaan tidak sesuai spesifikasi diakuinya semua sudah diperbaiki. Perbaikan dilakukan saat kasus dalam tahap penyelidikan. Perbaikan tersebut diperbolehkan untuk dilakukan, mengingat belum dalam tahap penyidikan. Saat ini hasilnya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Adanya dugaan tidak sesuai spesifikasi sudah diperbaiki di masa penyelidikan. Itu boleh saja, kan belum penyidikan. Sekarang lapangan itu sudah dimanfaatkan oleh masyarakat,”tukasnya.

Kajari menegaskan, dihentikannya penyelidikan kasus ini tanpa ada intervensi ataupun penekanan dari pihak lain. Tetapi lantaran tidak adanya bukti awal yang ditemukan. Tentunya pihaknya tidak bisa memaksakan kasus ini harus maju jika tidak ditemukan bukti awal.

“Penghentian ini kita secara yuridis saja karena memang belum ada bukti awal. Daripada nanti dipaksakan maju, tapi tidak ditemukan bukti awal,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, proyek revitalisasi Lapangan Cendrawasih Sumbawa merupakan luncuran Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepemudaan Tahun 2013 lalu. Anggarannya Rp 4,3 miliar untuk renovasi lapangan sepak bola dan lintasan atletik.

Namun pelaksanaan proyek tersebut tidak selesai disamping rumput yang digunakan untuk lapangan sepak bola diduga tidak sesuai spesifikasi. Terhadap hal ini, jaksa kemudian melakukan puldata sejak tahun 2015. (ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional