Penyelewengan Bantuan Sampan Bariri Nelayan Masih Terjadi

H. Mansyur Sofyan. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Penyalahgunaan bantuan sampan Bariri Nelayan yang digelontorkan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih terus terjadi. Meski Dinas Perikanan (Diskan) setempat telah secara ketat membuat aturan bagi penerima manfaat bantuan tersebut.

Salah satu modus yang paling umum dilakukan oknum penerima manfaat menyelewengkan bantuan sampan yang diterimanya itu dengan menjualnya. Tak tanggung-tanggung, bahkan mereka menjualnya hingga ke nelayan lain yang berada di luar KSB. “Iya benar ada seperti itu. Ada bahkan saya pernah lihat sampai dipakai nelayan Lombok,” sebut kepala Diskan KSB, Ir. H. Mansyur Sofyan, M.Si kepada Suara NTB, Selasa, 3 Maret 2020.

Iklan

Terhadap nelayan yang menyelewengkan bantuan sampan itu, ditegaskan H. Mansyur, pihaknya tidak memberikan toleransi. Mereka yang ketahuan kemudian tetap akan dipaksa untik mengembalikannya. “Ada juga yang mengelak dengan alasan itu dipinjamkan. Tapi kami tidak mau tahu. Yang jelas sampan itu harus kembali ke tangan mereka,” tegasnya.

Masih leluasnya oknum nelayan menyalahgunakan bantuan yang diterimanya itu sebenarnya karena belum maksimalnya pengawasan pemerintah di tingkat lapangan. Setidaknya ini diakui H. Mansyur yang menyatakan, untuk memastikan sampan-sampan bantuan tersebut diselewengkan pihaknya tidak dapat melakukan pengawasan secara intens karena kekurangan personil. Diskan hanya¬† baru akan mengetahui jika menerima laporan masyarakat dan segera ditindaklanjuti. “Jujur kebanyakan kasus kami ketahui selama ini karena ada laporan. Maklu personil kami terbatas di lapangan,” ungkapnya.

Meski demikian, terkait mekanisme pelaksanaan peneriamaan bantuan Bariri Nelayan. Para penerima manfaat selama ini sangat mematuhinya. Salah satu kepatuhan itu bisa dilihat dar pemenuhan kewajiban penerima sebesar 10 persen dari nilai bantuan di awal, sebelum sampan atau unit bantuan lainnya diterima. “Kalau syarat awal mereka patuh. Tapi memang kita perlu mengawasi ekstra nelayan ini agar setelah terima barangnya tidak disalahgunakan,” timpalnya.

Sementara untuk tahun 2020 ini, program bantuan Bariri Nelayan tetap berlanjut. Dijelaskan H. Mansyur, meski tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Bentuk bantuan program Bariri Nelayan masih sama. “Masih ada bantuan sampan, peralatan pengolahan hasil perikanan dan lainnya tahun ini,” bebernya.

Terakhir mantan kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB ini berharap, masyarakat nelayan agar tidak semata mencari keuntungan sesaat dengan menyelewengkan setiap bantuan yang diterimanya. Mengingat program bantuan yang digelontorkan pemerintah memiliki tujuan lebih luas tidak semata dalam rangka pemberdayaan masyarakat semata. “Mengapa misalnya ada bantuan nelayan itu tujuan lainnya kan supaya kita punya suplai bahan perikanan yang mencukupi untuk konsumsi masyarakat juga,” tukasnya. (bug)