Penyediaan Suvenir MotoGP Perlu Disosialisasikan

Ilustrasi Suvenir (Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Seleksi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk penyedia suvenir MotoGP yang dilakukan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) diharapkan tidak hanya mengakomodir pelaku usaha di Lombok Tengah (Loteng) semata. Hal tersebut mengikuti kesiapan dari pelaku usaha luar Loteng yang juga telah menyiapkan produknya untuk ikut bersaing.

Hal tersebut seperti diharapkan Pemilik UMKM Etnic Kopi, Dodi Adiwibowo, yang mengharapkan produknya dapat masuk menjadi salah satu suvenir atau makanan khas yang ditawarkan selama gelaran MotoGP berlangsung. Walaupun begitu, dirinya mengaku tidak mengetahui mekanisme seperti apa yang harus dilakukan untuk mendaftarkan produknya.

Iklan

“Belum ada pemberitahuan. Masih wacana saja saya lihat beritanya di koran. Mungkin segera akan ditindak lanjuti oleh dinas terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 31 Januari 2020. Dodi sendiri selama ini menjalankan UMKM miliknya yang berlokasi di Lombok Barat.

Sebagai informasi, sebelumnya MGPA telah menerima 30 produk unggulan dari UMKM Lombok Tengah untuk menjadi diseleksi menjadi suvenir MotoGP. Penyerahannya sendiri difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng. Sedangkan untuk kabupaten/kota lain belum ada yang menyerahkan produknya, kendati produk-produk tersebut telah masuk dalam kategori ekspor.

Diterangkan Dodi gelaran MotoGP memang menjadi daya tarik sendiri bagi pengusaha UMKM, khususnya untuk terlibat dalam balap motor internasional tesebut sebagai penyedia suvenir atau penyedia makanan dan minuman khas NTB. Terlebih penonton MotoGP diperkirakan berjumlah puluhan ribu orang dengan target peningkatan kualitas wisatawan untuk daya beli.

Mengingat kebutuhan akomodasi MotoGP tidak terbatas untuk wilayah Loteng Semata, Dodi mencontohkan pemilihan penyedia suvenir di kabupaten/kota lain. Mengingat suksesnya event tersebut bergantung juga pada keterlibatan banyak pihak.

“Saya khususnya sebagai UKM produsen siap berkontribusi untuk membuat kemasan yang eklusif. Khusus untuk event motogp ini,” ujarnya. Walaupun begitu, keinginan tersebut diakui harus berdasarkan persetujuan pihak penyelenggara. “Jadi kami perlu tahu mungkin logo atau gambar apa saja yang boleh kami angkat di kemesan khusus ini. Kalau sudah ada kesepakatan seperti itu, kita bisa siapkan desain dan kemasannya,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, menerangkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan segera mendetailkan lagi bentuk kerjasama dengan pihak ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hal tersebut menyangkut fasilitasi yang diberikan kepada IKM dan UMKM yang akan terlibat untuk penyediaan suvenir dan kebutuhan lainnya selama MotoGP.

“Kami akan koordinasikan lebih lanjut. Informasinya akan ada roadshow ke 10 kabupaten/kota, nanti kami yang dampingi,” ujar Nuryanti, Jumat, 31 Januari 2020. Hal terebut guna mendorong agar setiap kabupaten/kota di NTB memiliki keterwakilan IKM dan UKM dalam penyiapan kebutuhan MotoGP, termasuk untuk suvenir, makanan dan minuman.

“Yang penting itu semuanya bersemangat untuk mendukung, mensukseskan, dan mengambil bagian dalam MotoGP,” ujar Nuryanti. Pemerintah sendiri dalam hal ini disebutnya berperan untuk memfasilitasi keinginan masyarakat untuk terlibat tersebut. “Kita perlu siapkan standarisasinya, karena ini sudah bicara pasar global,” sambungnya. (bay)