Penyeberangan Kapal Cepat ke Bali Ditutup, Wisman “Eksodus“ Melalui Pelabuhan Lembar

Giri Menang (Suara NTB) – Dampak ditutupnya pelayanan penyeberangan kapal cepat di Kabupaten Lombok Utara (KLU),  para penumpang yang notabene wisatawan mancanegara (wisman) terpaksa beralih menggunakan  pelayanan Pelabuhan Lembar. Jumlah penumpang khususnya dari wisman pun melonjak tajam, bahkan Kamis, 9 Februari 2017 jumlah penumpang mencapai kisaran 700 orang.

Seperti pantauan koran ini di Pelabuhan Lembar, siang kemarin. Ratusan wisatawan tampak menjejali Pelabuhan Lembar. Mereka datang dari KLU, menggunakan berbagai jenis kendaraan. Ada yang menggunakan mini bus dan kendaraan rent car. Turun dari kendaraan, mereka langsung menuju ruang informasi pelabuhan untuk menanyakan keberangkatan kapal. Tak lama, mereka pun bergegas ke pintu masuk, karena kapal bongkar muat penumpang.

Iklan

Menurut pengakuan salah seseorang guide yang mengantarkan para tamu asing tersebut, bahwa intensitas penumpang dari wisatawan asing meningkat menyusul ditutupnya penyeberangan kapal cepat KLU.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Humas PT ASDP, Deny N Putra mengakui lonjakan penumpang khusus warga asing memang meningkat sejak adanya SE penutupan penyeberangan kapal cepat di KLU. Penumpang dari wisatawan asing lebih dominan yang menyeberang, bahkan dalam sehari mencapai ratusan dibandingkan hari biasa puluhan orang saja dalam sehari.

“Dampak penutupan penyeberangan kapal cepat itu, banyak turis yang menyeberang melalui Lembar,“ kata Deny.

Dikatakan, melihat grafik penumpang terjadi lonjakan di penumpang asing dibandingkan penumpang lokal. Pada hari sebelumnya, penumpang dari wisatawan asing hanya berkisar rata-rata 50 orang saja seharim namun meningkat menjadi 300 orang bahkan lebih. Begitu pula wisatawan asing yang datang melalui Pelabuhan Lembar. Untuk meningkatkan pelayanan di pelabuhan pihaknya sudah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.

“Kita juga sudah siapkan pelayanan kapal tambahan jika terjadi lonjakan,” jelasnya.

Kondisi terkini pelayanan penyeberangan Lembar-Padangbai masih lancar. Sebelumnya, sempat diberlakukan sistem buka tutup, namun sekarang mulai normal kembali. Penundaan penyeberangan hanya diberlukan 4 jam, setelah itu dibuka kembali.

Akibat penundaan empat penyeberangan (trip) yang batal, namun tidak berdampak terhadap antrean akibat penumpukan penumpang di pelabuhan. Menurutnya, sistem buka tutup ini melihat kondisi cuaca. Kalau memang kondisi cuaca buruk maka bakal diberlakukan lagi.

Ia menambahkan, terkait kapal-kapal yang direkomendasikan untuk menyeberang diprioritaskan kapal-kapal besar, sedangkan kapal kecil dipertimbangkan mengingat pertimbangan keselamatan penumpang. Pasalnya, kapal kecil lebih berisiko jika terkena ombak, sehingga rawan terjadi kecelakaan di laut.“Jadi yang direkomendasikan itu kapal-kapal besar,” jelas Deny. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional