Penyebaran Covid-19, Kota Mataram Kembali Masuk Zona Oranye

I Nyoman Swandiasa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Upaya Pemkot Mataram menuju zona hijau penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19 tak mudah. Jumlah kasus baru terkonfirmasi positif terus bertambah. Penambahan ini mengakibatkan ibukota Provinsi NTB ini kembali masuk zona Oranye dari sebelumnya zona kuning.

Kasus Covid-19 kembali meningkat sejak akhir November lalu. Pasien terpapar Covid-19 terus bertambah seiring dengan aktivitas perjalanan ke luar daerah serta libur sekolah serta tahun baru. Mulai akhir Desember 2020 terjadi penambahan 8 kasus positif baru. Angka positif bertambah delapan kasus sejak 1 – 4 Januari.

Sedangkan, angka kematian bertambah 2 orang. Angka kematian di Kota Mataram relatif tinggi atau rata – rata di atas angka kematian nasional. Dengan total 97 orang terkonfirmasi positif meninggal dunia, meskipun tingkat kesembuhan relatif tinggi. “Memang angka kematian kita di Mataram cukup tinggi,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa dikonfirmasi, Selasa, 5 Januari 2021.

Tim gugus tugas terus melakukan evaluasi terhadap tingkat kesembuhan, kematian serta kasus baru positif Covid-19. Menurutnya, paling penting adalah tingkat kematian harus rendah. Sedangkan, kontak tracking masif diminta oleh Kementerian Kesehatan malah menjadi poin daerah dikatakan baik penanganan Covid-19. “Tingkat kesembuhan kita cukup bagus. Sampai sejauh ini sangat tinggi,” tandasnya.

Tingkat sebaran dari 50 kelurahan terdapat 38 kelurahan ditemukan warganya terpapar  virus corona. Predikat sebagai daerah zona kuning yang telah dipertahankan beberapa bulan terakhir kembali ke zona Oranye. “Dari zona kuning kita kembali ke Oranye,” sebutnya.

Pemerintah tetap berupaya melakukan pencegahan dan penanganan. Khusus menekan angka kematian diharapkan masyarakat meningkatkan imunitas serta menjaga kesehatan. Jika melihat data awal sambung Nyoman, jumlah kematian sebelum dan saat pandemi tidak jauh berbeda. Angka kematian cukup tinggi di NTB serta di atas rata – rata nasional akan menjadi perhatian dan pekerjaan rumah bersama.

Data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram per tanggal 4 Januari, jumlah warga terpapar mencapai 1.440 orang. Dengan rincian 70 pasien masih dalam perawatan,1.273 orang sembuh dan 97 orang meninggal dunia. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here