Penyaluran Lambat, BNPB-Kemenkeu Beda Paradigma Soal Dana Rehabilitasi

Bupati KSB, H. W. Musyafirin (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengungkap alasan mengapa sementara ini penyaluran dana rehabilitasi rumah korban gempa terkesan lambat di tingkat pusat.

Ia mengatakan, hal itu dikarenakan perbedaan paradigma antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku pelaksana program dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selaku pengelola anggaran pusat. “Jadi ada perbedaan antara BNPB dengan Kemenkeu soal proses rehabilitasi ini,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat lalu.

Iklan

Ia menjelaskan, BNPB sejak awal menginginkan dana rehabilitasi rumah korban gempa diselesaikan dalam sekali tahap penyaluran anggarannya. Dengan begitu, pembangunan rumah warga dikerjakan hingga tuntas sampai dapat ditempati kembali oleh pemilik rumah.

Namun di sisi Kemenkeu, menginginkan adanya pemerataan. Sehingga, pencairan dana, terutama bagi rumah kategori rusak berat dilakukan dalam 2 tahap dari pusat ke daerah. “Yang progresnya lambat kan, yang rusak berat. Karena dananya yang cair sampai hari ini baru 50 persen masuk ke daerah dan belum ada tambahan 50 persen lagi dari pusat sampai hari ini,” sebut bupati.

Sampai saat ini, pencairan sisa 50 persen dana rehabilitasi bagi rumah rusak berat usulan tahap I di KSB belum masuk ke kas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Meski demikian, bupati menyatakan, progres pembangunannya sudah sangat memuaskan. Data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Permukiman (PUPRPP) menyebutkan progresnya telah mencapai 98,59 persen. “Dan itu hanya pakai uangnya baru 50 tadi. Jadi kalau saja sudah 100 persen dananya saya yakin sudah banyak rumah yang bisa ditempati warga,” klaimnya.

Untuk membuka sumbat pencairan dana rehabilitasi itu, bupati mengaku, Pemda KSB tidak berputus asa. Lobi terus dilakukan termasuk meyakinkan Kemenkeu terkait progres hasil pembangunan di tingkat lapangam yang telah dicapai KSB. “Istilahnya, lobi kami semua lini dipakai. Lewat jalur darat, laut dan udara sudah semua. Jadi mudah-mudahan segera (cair) ya,” tukasnya.

Selanjutnya bupati menambahkan, Pemda LSB tetap komit segera menyelesaikan rehabilitasi rumah warga agar dapat ditempati kembali. Pola semula dengan menalangi sementara dana yang dibutuhkan tetap akan dijalankan. “Karena kami yakin pusat pasti akan bayar. Tapi kalau memang mau cepat selesai ada baiknya pusat segera cairkan semua dananya,” pungkasnya. (bug)