Penyaluran KUR di BRI Mataram Mendekati Rp500 Miliar

Bayu Adityo. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sepanjang tahun 2020, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tiga kabupaten/kota wilayah BRI Mataram mendekati nilai setengah triliun, meskipun pandemi corona. BRI Mataram membawahi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara. Penyaluran KUR awalnya cukup progresif  di tengah upaya recovery ekonomi pasca gempa tahun 2018 lalu di Lombok.  Tercermin di triwulan I tahun 2020.

Namun pada Maret 2020, pandemi corona menggempur dunia. Mengakibatkan perekonomian global terpukul, hingga saat ini. Ditengah kondisi demikian, kata Bayu Adityo, Pimpinan Cabang BRI Mataram di ruang kerjanya, Selasa, 5 Januari 2021, ekonomi harus terus bergerak. Dengan tanpa mengabaikan protokol corona, timnya terus digerakkan di lapangan. Agar usaha-usaha dapat dihidupkan. Terutama usaha kerakyatan.

“Kalau tidak begitu, ekonomi bisa memburuk. Protokol ketat Covid-19 di lapangan diterapkan saat memfasilitasi masyarakat mendapatkan akses KUR,” imbuhnya. Tahun 2020, total Rp450 miliar KUR tersalur dari BRI Mataram. Diantaranya KUR super mikro, dengan nilai kredit paling tinggi Rp10 juta. Kemudian KUR mikro, dengan kredit paling tinggi Rp50 juta. Dan KUR kecil dengan kredit paling tinggi sampai Rp500 juta. Bunga kreditnya, 6 persen.

Selain KUR, sebagai bank yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial mengurangi dampak corona, BRI menyalurkan sampai satu triliunan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Misalnya untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang nilainya Rp2,4 juta per penerima. Tersalur senilai Rp500 miliar, kepada 200.000 penerima.  Kemudian bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Belum lagi bantuan kepada pelajar untuk Program Indonesia Pintar (PIP).

“Bantuan pemerintah untuk PEN juga cukup besar tersalur. Harapannya sama, agar ekonomi masyarakat tetap bergerak,” imbuhnya. Untuk tahun 2021 ini, Bayu mengatakan, ekonomi diyakini membaik. Untuk itu, penyaluran-penyaluran kredit bunga lunak juga akan ditingkatkan. Tanpa melupakan prinsip kehati-hatian. (bul)