Penyaluran Kredit di Sektor Pariwisata Masih Rendah

Mataram (suarantb.com) – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri menyatakan penyaluran kredit di sektor pariwisata NTB masih rendah. Meski terjadi peningkatan dari 2,95 persen pada 2015 menjadi 3,25 persen di 2016, jumlah tersebut diakuinya masih relatif rendah.

“Bukan hanya KUR, seluruh kredit ke sektor pariwisata itu masih rendah. Padahal kita tahu perkembangan pariwisata NTB itu sangat baik,” ujarnya.

Iklan

Menurut Yusri, seharusnya penyaluran kredit di sektor ini juga harus tinggi. Melihat potensi dan pertumbuhan pariwisata NTB yang cukup tinggi.

“Tentunya harus tinggi, proyeksi saya pertumbuhan kredit lebih tinggi di sektor pariwisata,” katanya.

Disinggung mengenai penyebab hal tersebut, Yusri membantah jika akses ke industri keuangan sulit. Menurutnya, akses ke perbankan dan perusahaan pembiyaan untuk mendapatkan kredit tidak sulit.

“Aksesnya saya jamin tidak sulit. Tidak sulit akses ke perbankan, tidak sulit ke perusahaan pembiayaan,” imbuhnya.

Terlebih dengan dibentuknya kawasan khusus pariwisata seperti KEK Mandalika, tentu akan banyak industri kecil yang muncul. Inilah yang dikatakannya potensial dibiayai industri jasa keuangan dalam bentuk kredit.

Dengan hadirnya kawasan-kawasan khusus itu akan melahirkan industri hulu dan hilir.

“Itu adalah lahan yang sangat potensial bagi perbankan untuk dibiayai, perbankan harus masuk di sana,” ujarnya.

Yusri juga menambahkan, alasan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai proses permohonan kredit dan sejenisnya bukan menjadi alasan.

Hanya saja, memang diperlukan persiapan untuk bisa mendapatkan bantuan kredit.

“Hanya saja perlu persiapan, disiapkanlah supaya mereka bisa bankable baik dari aspek teknis dan sebagainya. Artinya bisa mengelola usahanya dengan baik, tidak hanya dari produksi tapi bagaimana juga pemasarannya. Kalau perbankan sendiri sudah sangat siap,” jelasnya lagi.

Selain itu, Yusri juga kembali mendorong agar seluruh pelaku industri keuangan meningkatkan penyaluran kredit di sektor pariwisata.

“Saya berharap teman-teman yang bergerak di bidang industri keuangan untuk bisa berperan lebih besar lagi untuk mendorong sektor pariwisata sesuai dengan tugasnya masing-masing. Apakah itu perbankan atau perusahaan pembiayaan,” demikian Yusri. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here