Penyaluran JPS Tahap V Harus Berkualitas

Lalu Alwan Basri. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akan menyalurkan kembali bantuan jaring pengaman sosial (jps) tahap V. Evaluasi dan monitoring telah dilakukan oleh tim asistensi terhadap pendistribusian bantuan sembako pada tahap I – IV. Tim merekomendasikan barang yang didistribusikan harus lebih berkualitas.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram Lalu Alwan Basri menyampaikan, tim asistensi telah memberikan masukan ke Pemkot Mataram terkait penyaluran JPS tahap V. Di antaranya adalah memperhatikan kualitas barang yang diberikan ke masyarakat. Salah satu contoh seperti beras harus lebih spesifik lagi kriterianya. “Misalnya, tidak ada pecahan, pulen, putih, bersih dan tidak berkutu,” kata Alwan dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Iklan

Demikian juga paket produk olahan dari para usaha mikro, kecil dan menengah. Seperti abon, ikan kering, jajanan dan lainnya. Selain itu, tim asistensi juga memberikan masukan agar JPS tahap V segera disalurkan di bulan Oktober ini, sehingga bisa cepat dirasakan oleh masyarakat. “Iya, kita juga minta supaya bantuan segera didistribusikan,” tambahnya.

Tim asistensi terdiri dari Inspekorat, Kejaksaan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan serta Kepolisian belum menemukan adanya temuan. Pendistribusian bantuan sembako sejak tahap I –IV hanya melakukan monitoring dan evaluasi mulai dari pengadaan sampai pengiriman. Pengiriman paket sembako juga akan dinilai oleh masyarakat. Masyarakat juga akan menilai kualitas serta pengemasan paket. “Kalau bicara soal pengemasan tidak boleh sobek, tipis dan lainnya,” tambah Alwan seraya menambahkan tim asistensi tetap akan meminta masukan ke masyarakat mengenai bantuan yang diterima. “Kita tetap minta masukan penerima manfaat,” tambahnya.

Item produk disalurkan di tahap kelima sama seperti tahap sebelumnya. Yakni beras, minyak, gula, biskuit, sabun antiseptik. Diketahui, jumlah penerima JPS 32.548 jiwa. Satu kali pengadaan JPS menghabiskan anggaran sekitar Rp8,6 miliar. Artinya, pengadaan JPS sampai tahap kelima menghabiskan anggaran mencapai Rp43 miliar lebih. Alwan mengingatkan agar rekanan penyedia memperhatikan kualitas produk. (cem)