Penyaluran JPS Tahap II, Lotim Defisit Rp4,1 Miliar

H. M. Juaini Taofik (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Lombok TImur (Lotim) sudah menelan dana melampaui yang sudah direncanakan. Rencana awal JPS Lotim dengan anggaran Rp 37,5 miliar. Namun pada tahap II, penyalurannya sudah tembus Rp 41 miliar.  Itu artinya, terjadi defisit Rp 4,1 miliar.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. M. Juaini Taofik saat ditemui Suara NTB, kemarin.

Iklan

Menurutnya, defisitnya dana JPS ini dikarenakan jumlah warga terdampak Corona Virus Disease (Covid-19) meningkat. Sebelumnya, JPS senilai Rp 250 ribu per orang itu diberikan kepada 70 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun angka ini melonjak pada JPS tahap II menjadi 79 ribu KPM.

Adanya wacana seperti disampaikan Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy, JPS tahap ketiga ini akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Menurut Sekda, itu merupakan ranah kebijakan bupati. Penjelasan bupati sebut Sekda juga menjawab permintaan para wakil rakyat.

“JPS III berbentuk dana tunai itu jawaban Bupati berdasarkan tangggapan fraksi, ini bisa jadi kebijakan selanjutnya,” ucapnya.

Dalam implementasinya, nanti akan mengubah petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penyaluran JPS. Di mana, juklak juknis yang ada masih berupa sembako.

Terkait perubahan JPS itu, sampai sekarang kata Sekda belum ada pembahasan secata utuh. Belum juga ada pengajukan perubahan juklak dan juknis. Detailnya nanti, katanya akan coba dibahas lebih lanjut.

Ditanya mengenai penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sampai enam bulan dan JPS hanya tiga bulan apakah tidak akan menjadi kecemburuan sosial? Sekda menjawab, sumber pendanaan desa itu berbeda dengan JPS. “BLT DD itu kan dari APBN,” ungkapnya. (rus)

  Tahap III, Penerima JPS Lotim Membengkak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here