Penyaluran Air Bersih Bisa Manfaatkan Biaya Tak Terduga

Abdul Rafiq. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq tetap mendukung instansi teknis dalam menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Dukungan ini dengan adanya alokasi anggaran biaya tak terduga. Biaya tersebut bisa dimanfaatkan salah satunya untuk menangani bencana kekeringan.

“Ini kan bencana (kekeringan red). Kami sudah mendukung untuk biaya tak terduga itu. Saya rasa bisa digunakan salah satunya untuk mengatasi kekeringan,” terang Rafiq.

Iklan

Menurutnya, pihaknya juga mengalokasikan anggaran untuk biaya tak terduga di perubahan anggaran tahun ini. Anggaran yang disediakan diakuinya cukup besar. Sehingga diharapkan, anggaran tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk penyaluran air bersih. “Di perubahan ini kan juga ada kami anggarkan lumayan besar. Saya berharap agar itu betul-betul bisa dimaksimalkan. Salah satunya untuk air bersih itu,” pintanya.

Nantinya, lanjutnya,  instansi teknis bisa berkoordinasi terkait pemanfaatan anggaran yang sudah disiapkan tersebut. “Kami sudah siapkan anggarannya. Tinggal mereka koordinasi saja seperti apa teknisnya,” tukasnya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, S.T menyebutkan, dampak kekeringan terjadi di 42 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Dari belasan kecamatan tersebut, estimasi warga yang terdampak sebanyak 20.190 KK atau sekitar 80.765 jiwa. Adapun jumlah kebutuhan air bersih sebanyak 10.337.920 liter. Untuk melakukan penyaluran air bersih pihaknya sudah mengusulkan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat. Dari usulan tersebut, pemerintah provinsi telah memberikan bantuan untuk 572 tanki air. Penyaluran sudah mulai dilakukan kepada wilayah terdampak. Diperkirakan penyaluran akan selesai sampai 10 atau 15 hari ke depan. Namun penyaluran tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak. (ind)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional