Penyakit Jantung Paling Banyak Serang Warga Lotim dan Loteng

Selong (Suara NTB) – Penyakit jantung dilaporkan paling banyak menyerang warga di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng). Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Selong, dari 8.557 data kasus penyakit Katastropik, sebanyak 88,73 persen merupakan penderita penyakit jantung dari Lotim dan 63,32 persen diidap warga Loteng.

Menurut Kepala BPJS Cabang Selong, dr. Gerry Adhikusuma, data terakhir tahun 2016 itu dikutip selain  penyakit jantung menyusul penyakit strok sebesar 3,4 persen menyerang warga Lotim. Perbandingannya dengan Loteng yang dicatat jauh lebih besar mencapai 26,06 persen.

Iklan

Dominasi penyakit-penyakit tidak menular pada dua daerah ini digambarkan turut dilakukan langkah antisipasi dengan membumikan gerakan masyarakat (Germas) hidup sehat. Telah terbentuk pula kelompok-kelompok penyakit kronis (prolanis) yang diminta tetap terpantau pertumbuhannya.

Penyakit lainnya yang dominan menyerang warga yang tidak saja kaya, namun seluruh elemen masyarakat ini ada jenis pengakit kanker sebesar 2,60 persen di Lotim, sedangkan di Loteng kasus kanker 1,54 persen. Ada penyakit thalassaemia 0,19 persen di Lotim dan 0,6 persen di Loteng. Terakhir penyakit haemophilia 0,06 persen menyerang warga Lotim dan 0,16 persen di Loteng.

Semua jenis penyakit itu dipastikan bisa dilayani di fasilitas kesehatan yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jumlah yang ditanggung BPJS dalam sebulan sebagai contoh di RSUD Dr. Soedjono Selong tembus Rp 3-4 miliar dalam sebulan. Begitupula RSU Praya. Pada dua rumah sakit milik pemerintah daerah itu rata-rata sebulan klaim pembayarannya tembus Rp 6 miliar. (rus)