Penyakit Demam Berdarah Meningkat di Mataram

Ilustrasi nyamuk demam berdarah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat tren penyakit deman berdarah dengue (DBD) meningkat. Kasus ini rentan terjadi karena perubahan musim dari kemarau ke penghujan.

Tren peningkatan kasus DBD tidak disebutkan detail oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Usman Hadi. Hanya disebutkan, bulan Oktober ada empat kasus. “Datanya lupa. Pokoknya Oktober ini empat kasus,” sebut Usman pekan kemarin.

Iklan

Peralihan dari musim kemarau panjang ke penghujan masyarakat rentan terserang gigitan nyamuk aedes aegepty. Demikian pula, 50 kelurahan memiliki kerentanan tinggi.

“Semua kelurahan rentan terserang BDB,” sebut dia. Penanganan dilakukan melalui fogging. Pengasapan (fogging) lanjutnya, pernah dilakukan di Kelurahan Rembiga. Ini berdasarkan permintaan masyarakat setempat.

Usman menambahkan, penanganan secara khusus di lokasi pengungsian. Petugas kesehatan disiagakan bagi pengungsi di Kota Mataram. “Tim kesehatan kita siapkan di sana,” katanya. Dia bersyukur pengungsi negatif terserang DBD.

Periode Januari hingga Oktober masyarakat yang positif maupun terjangkit DBD tak disebutkan. Namun diminta masyarakat menjaga pola hidup sehat. Dan, menerapkan tiga 3M di lingkungan masing – masing. “Datanya ndak hafal saya,” kilahnya. (cem)