Penutupan Tambang Prabu Tetap Jalan

Gubernur NTB , Dr. H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/humasntb)

Praya (Suara NTB) – Pemprov NTB memastikan rencana penutupan tambang emas ilegal di kawasan Gunung Prabu Desa Prabu Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) tetap berjalan. Pemerintah sampai sejauh ini masih merumuskan pola dan langkah yang paling tepat akan diambil. Harapannya, langkah penertiban tidak sampai memicu polemik di tengah masyarakat.

“Yang namanya penambangan liar harus dicegah,” tegas Gubernur NTB , Dr. H. Zulkieflimansyah, saat dikonfirmasi wartawan di usai peluncuran Lombok International Airport (LIA) sebagai bandara hub AirAsia, di ruang VIP LIA, Kamis,  2 Mei 2019.

Iklan

Meski demikian, ujarnya, di zaman sekarang proses pencegahan tanpa solusi tidak baik. Artinya, ketika tambang liar ditutup harus ada solusi yang disiapkan. Itulah yang saat ini tengah dipikirkan oleh pemerintah supaya penutupan tambang nantinya tidak menimbulkan ekses yang tidak baik bagi daerah.

“Mesti pelan-pelan. Toh, arahnya juga pasti ke sana (penutupan),” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Diakuinya, persoalan tambang liar bukan hanya terjadi di Loteng saja. Di beberapa daerah, seperti di Sumbawa maupun di Lombok Barat (Lobar) persoalan yang sama juga terjadi. Dan, rata-rata faktor penyebabnya hampir sama yakni soal ekonomi. Di mana, yang menambang adalah masyarakat dengan ekonomi rendah.

“Selama faktor penyebabkan belum dituntaskan, agak sulit juga untuk menutup aktivitas tambang ilegal tersebut. Sehingga harus ada upaya yang lebih komprehensif supaya penertiban ataupun penutupan tambang ilegal tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,’’ tegasnya. (kir)