Penutupan Objek Wisata Setengah Hati, Pantai Dipadati Wisatawan

Tampak tenda ratusan wisatawan yang merayakan malam tahun baru berjejer di Pantai Paropa Kecamatan Kilo, Minggu, 3 Januari 2020.(Suara NTB/Ilham)

Dompu (Suara NTB) – Penutupan objek wisata saat perayaan malam tahun baru di Dompu, masih setengah hati. Bagaimana tidak, Pantai Paropa di Desa Malaju Kecamatan Kilo, leluasa dikunjungi ratusan wisatawan. Bahkan mereka bebas bermalam bersama pasangan dan sanak saudara untuk merayakan pergantian tahun dengan pesta petasan.

Komitmen awal menutup total semua objek wisata dari APH dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, lantas dipertanyakan. Sebab upaya pembiaran itu berpeluang besar memunculkan klaster tahun baru.

Iklan

Salah seorang warga di Kilo, Ilham kepada Suara NTB, Sabtu, 2 Januari 2021 menyampaikan, sejak sore hari Tangal 31 Desember kemarin, wisatawan lokal terus berdatangan ke Pantai Paropa. Sebuah destinasi wisata baru di Desa Malaju Kecamatan Kilo.

Selain membawa tenda pribadi, sarana bermalam itu bahkan disediakan khusus oleh panitia. Kabarnya, kegiatan itu bertajuk malam seribu tenda dan petasan. “Kegiatan ini sepertinya dilaksanakan secara paksa dan diam-diam. Karena dari panitia, belum ada yang berani mempublikasikan ke media sosial,” terangnya.

Dengan adanya kebijakan menutup semua objek wisata pada malam tahun baru, mestinya ada langkah tegas dari aparat kepolisian bersama jajaran tim gugus tugas Covid-19, apakah berupa penutupan akses kunjungan atau pembubaran paksa.

Namun faktanya di lapangan, lanjut dia, wisatawan dibiarkan bebas bemalam tanpa teguran sedikitpun. Kondisi ini, tentu berpotensi menjadi sumber penyebaran Covid-19, apalagi di tengah status zona merah yang disandang daerah. “Ndak ada teguran dari polisi, bahkan sepertinya ada dukungan dari pemdes dan oknum camat. Tenda memang puluhan tapi pengunjung sampai ratusan orang,” jelasnya.

Atas upaya pembiaran aktifitas wisatawan di Pantai Paropa Kilo tersebut, Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dompu, M Jufri, ST., M. Si., dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 3 Januari 2020 mengungkapkan, pemeritah daerah memang telah mengeluarkan kebijakan menutup semua objek wisata saat malam pergantian tahun, tetapi lokus perhatian utamanya pada tiga lokasi seperti di Lakey, Wadu Jao dan Ria.

Sementara titik lain telah dikoordinasikan polres bersama polsek jajaran di semua kecamatan. Tetapi soal padatnya kegiatan wisatawan di Pantai Paropa Kilo, ia tak mau berkomentar. “Untuk wilayah Kilo dan Pekat, Kapolres akan koordinasikan dengan Kapolsek, Danramil dan Camat. Coba langsung ke mereka saja,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun Suara NTB sebelumnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, menyikapi ancaman munculnya klaster tahun baru. Sikap itu ditandai kebijakan menutup semua objek wisata pada saat malam pergantian tahun 2020. TNI-Polri bersama jajaran terkait bahkan terjun ekstra memastikan titik kerumunan tersebut sepi dari pengunjung, termasuk pada ruang publik seperti taman kota. (jun)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional