Penumpang di Pelabuhan Lembar Melonjak

Suasana penyeberangan di Pelabuhan Lembar setelah pelabuhan kembali dibuka, Selasa, 18 Mei 2021. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Hari pertama setelah pelabuhan Lembar dibuka kembali untuk umum, antusiasme masyarakat yang datang untuk menyeberang bahkan terlihat sejak pukul 00.00 semalam. Bahkan peningkatan volume penumpang di Pelabuhan Lembar mencapai angka 20 persen. Bahkan setelah kapal malam itu telah diberangkatkan. Sejak pagi, terlihat antrean panjang penumpang yang akan rapid antigen atau pun GeNose di posko kesehatan di Pelabuhan Lembar.

“Tadi malam sejak pukul 00.00 kita sudah mulai buka, artinya setiap orang bisa nyeberang dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat,” kata General Manager ASDP Lembar, Muhammad Yasin, saat ditemui ketika  memantau situasi penumpang di pelabuhan, Selasa, 18 Mei 2021.

Iklan

Karena pelarangan mudik Lebaran pada tahun ini disebutnya ada tiga fase. Pertama, 11 April hingga 5 Mei itu pra penyekatan. Kemudian 6-17 Mei itu masa penyekatan. Lalu 18-24 Mei itu masuk dalam masa pasca penyekatan, namun masih tetap dilakukan pemantauan yang ketat oleh aparat kepolisian.

Yasin menuturkan, selama masa penutupan (penyekatan) pekan lalu. Penumpang yang masuk kategori pengecualian yang melintas melalui Lembar bahkan mencapai 400 lebih. Kemudian ditambah lagi dengan ratusan penumpang yang sejak semalam sudah mulai menyeberang.

Bahkan presentase peningkatan volume penumpang jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, saat ini mengalami peningkatan hingga 20 persen. “Perbandingan peningkatannya ini kan kita hitung setelah pelabuhan dibuka, kalau tahun lalu angkanya sekitar 600-700 orang. Kalau saat ini bisa sekitar 20 persen lebih dibanding tahun lalu” terang Yasin.

Melihat panjangnya antrean penumpang yang akan melakukan rapid antigen dan GeNose di sana. Ia pun menyebut, bahwa sebenarnya layanan rapid dan GeNose di pelabuhan hanyalah langkah antisipasi bila calon penumpang belum sempat melakukan tes kesehatan bebas Covid-19 di rumah sakit dan pelayanan kesehatan terdekat. “Sehingga layanan di sini tidak membeludak dan lama mereka harus menunggu karena memang petugas dan alat kesehatan di pelabuhan masih terbatas,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), penerbangan kembali normal. Kecuali untuk penerbangan dengan rute internasional yang sampai saat ini belum tersedia di BIZAM.

Stakeholder Relationship Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, kepada Suara NTB Selasa siang mengatakan, saat ini aktivitas penerbangan sudah kembali normal. Penumpang umum kini sudah bisa dilayani kembali. Tidak ada pengecualian seperti pada masa larang mudik yang lalu.

Hanya saja, pembatasan penerbangan tetap berlaku. Dalam artian hanya penumpang yang memenuhi syarat kesehatan saja yang boleh terbang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Syarat untuk terbang sama, seperti sebelum larangan mudik diberlakukan. Tidak ada perubahan,” jelasnya.

Salah satu yang utama, calon penumpang harus dinyatakan bebas dari Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil tes. Baik itu rapid antigen atau PCR swab yang dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Maupun GeNose C-19 yang dilakukan sebelum keberangkatan.

Syarat tersebut berlaku sampai tanggal 24 Mei mendatang, selama masa pengetatan penerbangan mudik Idul Fitri. Kalau sebelum masa pengetatan hasil rapid antigen ataupun PCR Swab itu bisa digunakan yang tesnya dilakukan dua atau tiga hari sebelum keberangkatan.

Untuk hari pertama pembukaan penerbangan untuk penumpang umum pasca larang mudik, total ada 36 penerbangan yang sudah terjadwal. Masing-masing 18 penerbangan untuk keberangkatan dan kedatangan dengan enam maskapai yang beroperasi. Mulai dari Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Air Asia, Wings Air serta Batik Air dengan rute penerbangan terbanyak Jakarta-Lombok. Ada juga rute Lombok-Surabaya dan Lombok-Denpasar. (her/kir)

 

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional