Penularan Covid-19 Melonjak, Ribuan Kader PKK dan Posyandu di Lobar Bergerak Sosialisasi Gerakan 3M

Ketua PKK Lobar, Hj Khaeratun Fauzan Khalid bersama ketua DWP Hj Nurhikmah Baehaqi dan tim Pemda melakukan gerakan bersama membagikan masker atau gebrak mesker.

Giri Menang (Suara NTB) – Ribuan kader posyandu di Lombok Barat ikut bergerak di garda terdepan dalam membantu pemerintah daerah untuk penanganan Covid-19. Total 9.000 orang kader posyandu di Lobar yang dilibatkan untuk menyalurkan sarana dan prasarana pencegahan covid-19 dan mensosialisasikan gerakan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau menghindari Kerumunan (3M).

Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lobar, Dr. H Baehaqi mengatakan, sejauh ini terdapat peningkatan Kasus Covid-19. Beberapa hari lalu sempat nol kasus, namun kemudian melonjak. Namun dibanding daerah lain, Lobar masih terbilang rendah. “Fenomenanya yang banyak itu di daerah perbatasan,”sebut dia.

Iklan

Berdasarkan data persebaran jumlah pasien Covid-19 di Lobar, dari 853 orang terkonfirmasi positif, 712 orang sudah dinyatakan sembuh, 89 orang masih isolasi, dan 52 orang meninggal dunia.

Langkah penanganan yang dilakukan yaitu ia bersama asisten dan staf ahli melakukan gerakan turun keliling apel ke semua kecamatan dan OPD. “Yang pertama arahannya adalah soal Covid-19, gerakan 3M dan menjadi humas Pemda,” imbuh dia.

Untuk pemberlakuan jam malam, tim tetap rutin melakukan kegiatan pembatasan jam malam di semua kecamatan. Karena sejauh ini surat edaran jam malam belum dicabut. “Masih terus kita lakukan pembatasan jam malam, itu kan belum dicabut,” jelas Sekda. Pihaknya juga gencar melakukan operasi yustisi penegakan Perda di jalan dan tempat umum.

Sementara itu, Ketua TP PKK Lobar, Hj Khaeratun Fauzan Khalid mengatakan posyandu keluarga yang sudah dibentuk sebanyak 130 dari 900 lebih Posyandu di Lobar. Termasuk 10 posyandu keluarga yang dibentuk di daerah Batulayar pekan ini. Keberadaan posyandu ini, jelas dia, sangat bermanfaat karena cakupannya yang luas. Melalui posyandu keluarga ini, semua aktivitas masyarakat dalam satu wadah, di samping memberdayakan masyarakat.

Posyandu keluarga juga bisa menangani masalah narkoba di kalangan remaja. Masalah perkawinan dini dan penanganan stunting juga melalui posyandu keluarga. Bahkan para kader posyandu ini lebih dulu mengetahui ketika ada persoalan di lapangan. Sehingga bisa dikoordinasikan dan ditangani melalui posyandu keluarga kemudian ke OPD terkait.

Termasuk kegiatan sosialisasi gerakan 3M yang mungkin susah menyentuh masyarakat bawah, bisa dilakukan melalui Posyandu. Karena PKK dilibatkan dalam gugus tugas penanganan Covid-19. Gerakan 3M sudah dilakukan sosialisasi dan edukasi sampai ke tingkat bawah, menyiapkan sarana prasarana PHBS seperti masker dan bong atau kendi.

“Sudah 70 ribu masker yang sudah kami sebar langsung ke semua Posyandu. Selanjutnya kader posyandu yang turun membagikan. Artinya sampai ke pintu-pintu rumah keluarga,” imbuhnya.

Ia menyebut terdapat 9000 lebih Kader posyandu yang dilibatkan dalam edukasi gerakan 3M. Di mana satu posyandu ada lima kader, ditambah kader pendamping. Mereka juga dilibatkan dalam distribusi sarana prasarana penanganan Covid-19. Ditambah, sarana kendi disalurkan sebanyak 900 lebih posyandu, sabun dan hand sanitizer.

Semua sarana itu dibeli dari produk Lokal. Setelah dilakukan pemberian sarana prasarana ini, pihaknya melakukan evaluasi sejauh mana sudah terlaksana. Karena itu, selain turun meluncurkan posyandu keluarga, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap bantuan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 ini. “Setiap kami turun, tanpa disuruh warga sudah melakukan 3M, memakai masker dan mencuci tangan dan jaga jarak,”imbuh dia. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional