Penularan Covid-19 di Lobar Rawan Masuk Zona Merah

H. Fauzan Khalid (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid menyebut kondisi penularan Covid-19 di Lobar rawan masuk zona merah. Menyusul hasil penilaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lobar masuk zona kuning dari sisi perkembangan penularan virus Corona (Covid-19) atau epidemiologi di Lobar. Itupun Lobar memilki nilai paling rendah pada Zona tersebut. Sehingga sedikit saja terjadi penambahan pasien positif atau PDP dan ODP, maka Lobar bisa masuk zona merah.

“Jadi Kemenkes dan BNPB sudah membuat parameter yang sangat rigit (rinci), kita masuk zona kuning dengan nilai terendah, sedikit sekali bisa merah,” ungkapnya, Rabu, 17 Juni 2020.

Iklan

Ia mengaku, dengan parameter yang sudah ditentukan oleh Kemenkes dan BNPB, Lobar masuk zona kuning dengan nilai terendah dari sisi epidemiologi. Parameternya termasuk jumlah pasien positif, pasien sembuh, PDP dan ODP, pasien meninggal serta kemampuan pemda melakukan tracing (pelacakan) dan penanganan Covid-19. Karena itulah ia meminta kepada masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan.

Atas kondisi ini kata dia menyebabkan pihaknya belum berani melakukan penetapan zona hijau Covid-19 untuk membuka sekolah, karena berisiko. Terkait wacana new normal di sekolah, Pihaknya pun menunggu kebijakan pusat. Kalau nantinya pusat mengeluarkan kegilaan diterapkan new normal di pendidikan, maka pemda siap, tentu dengan berbagai penerapan protokol kesehatan. Sebab kalau anak-anak sulit dikontrol kalau di sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) pada Dikes Lobar H. Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan, grafik pasien sembuh mengalami kenaikan. “Pasien sembuh di Lobar mencapai 65 persen lebih,”jelas dia.

Sejauh ini ada beberapa kecamatan yang masih tinggi angka kasus positifnya. Daerah yang tinggi di beberapa kecamatan tertentu. Upaya penanganan terus dilakukan Dikes, kalau ada kasus baru akan dilakukan tracing dan rapid test. Tantangannya, memang masih ada penolakan dari warga.  Ia menambahkan, pihaknya terus menekan kasus Covid-19 dengan meningkatkan pencegahan. Sebab mengacu penilaian Kemendagri, bahwa Lobar masih zona kuning dari sisi epidemiologi. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional