Pentingnya Kemanfaatan Ekonomi dalam WSBK

M.Firmansyah (Suara NTB/dok)

PELAKSANAAN World Superbike (WSBK) Championship 2021 perlu memberikan kemanfaatan ekonomi di daerah sebagai penyelenggara acara tersebut. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyisir hal apa saja yang bisa dikontribusikan oleh daerah untuk mendukung WSBK.

Pemerhati ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (Unram), Dr. M. Firmansyah, M.Si, mengatakan, semua pihak perlu memanfaatkan momentum WSBK. Menurutnya, yang penting diperhatikan keberlanjutan pelaksanaan acara tersebut, oleh karena itu dibutuhkan kondusivitas. “Kalau kondusif tentu lancar, paling penting adalah selalu saya tekankan bagaimana kemanfaatan ekonomi dari tempat penyelenggaran di daerah kita,” ujarnya.

Iklan

Karena itu, ujar Firmansyah, pemerintah perlu menyisir hal apa yang bisa dikontribusikan atau yang menjadi existing dari daerah. “Apa yang bisa kita kontribusikan, kebutuhan itu berapa, apa saja yang mendukung superbike. Baru setelah itu kita pikirkan apa yang existing dan yang dibutuhkan, berapa celahnya, dan kita pikirkan apa saja bisa dikembangkan?” ujarnya.

Firmansyah menyarankan, lebih tepat mengembangkan ekonomi kreatif yang berkaitan dengan teknologi atau kerajinan. Anak muda disiapkan untuk mendukung ekonomi kreatif itu. Mereka harus punya kemampuan mengembangkan ekonomi kreatif dari kehadiran superbike.

Ia juga mengingatkan, kalau pihak di daerah kita belum mampu mengembangkan ekonomi kreatif atau hal penunjang lainnya, tidak masalah jika pemerintah atau pihak penyelenggara menggandeng pihak luar. Namun, dengan catatan harus ada transfer pengetahuan.

“Taruhlan contoh produk kerajinan atau oleh-oleh, silakan saja tahap awal bisa kita gandeng pihak luar, tapi harus ada peluang transfer pengetahuan dan untuk ke depan kita yang mengelola,” ujarnya.

Di samping itu, untuk menyukseskan penyelenggaraan WSBK, Firmansyah menekankan, dibutuhkan modal sosial. Menurutnya, dalam pembangunan ekonomi dibutuhkan tidak hanya modal ekonomi dan modal manusia, tetapi juga modal sosial. Modal sosial tersebut dikontribusikan oleh tokoh-tokoh, seperti tokoh muda dan tokoh masyarakat sekitar.

“Penyelenggara dan panitia harus menggandeng masyarakat sekitar. Bisa kita kaji turunan bisnisnya seperti apa, apa yang kita mau bangun membawa nama besar dari event ini. Misalnya desa wisata otomotif, atau perlombaan serupa tapi di tingkat desa, tapi bukan berkaitan dengan otomotif, ada banyak hal yang bisa kita uji coba dan rekayasa mendompleng nama besar dari event besar ini,” saran Firmansyah.

“Persiapan kita selain untuk mensukseskan pelaksanaan WSBK ini, tapi yang tidak kalah penting juga bagaimana mempersiapkan masyarakat kita di daerah ini supaya bisa mengambil manfaat ekonomi dari pergelaran WSBK ini,” ujar anggota Komisi I V DPRD Provinsi NTB, Sudirsah Sudjanto kepada Suara NTB.

Beberapa persiapan yang harus dilakukan dari sisi ini yakni dengan mempersiapkan produk-produk daerah untuk dipasarkan kepada puluhan ribu penonton WSBK tersebut. Sehingga diharapkan terjadi transaksi yang besar, yang kemudian berdampak pada bertumbuhnya perputaran ekonomi masyarakat.

Pentingnya persiapan untuk mengintegrasikan masyarakat lokal dalam perputaran ekonomi di Kawasan Mandalika, juga disuarakan kalangan DPRD NTB.

“Saya kira ini yang paling penting, sehingga kita sebagai tuan rumah ini tidak menjadi penonton dari event internasional yang mendatangkan orang dalam jumlah yang sangat besar ini. Ini adalah pasar besar untuk memasarkan produk-produk kita, kita siapkan sovenir atau oleh-oleh yang akan dibawa pulang oleh para penonton ini,” tegas anggota Komisi I V DPRD Provinsi NTB, Sudirsah Sudjanto.

Dalam rangka persiapan itu, Sudirsah kemudian mendorong supaya OPD terkait agar mulai dari sekarang merancang perencanaan yang matang terkait dengan potensi-potensi ekonomi yang bisa di peroleh dari pergelaran WSBK tersebut.

“Hal ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, semua stakeholder harus berkoordinasi kuat, baik antar OPD, antar Pemprov dengan Kabupaten/Kota dan juga dengan pihak-pihak swasta untuk mempersiapkan pemenuhan kebutuhan penonton,” serunya.

Mengingat waktu pelaksanaan WSBK sebentar lagi, pihaknya pun berencana akan segera mengecek sudah sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mensukseskan WSBK ini. Dalam waktu dekat komisi IV akan mengundang OPD mitra kerjanya yang terkait dengan persiapan WSBK.

“Kita akan pantau nanti, kita agendakan untuk rapat kerja dengan OPD terkait, seperti perhubungan, PU untuk memastikan sudah sampai sejauh mana persiapannya dari segala sisi. Karena kita tidak punya banyak waktu ini. Koordinasi dan komunikasi semua stkholder harus terbangun kuat dari sekarang, sehingga kita pastikan tidak ada lagi celah kekurangan kita sebagai tuan rumah,” pungkasnya. (ron/ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional