Penonton WSBK Diprediksi Mencapai 30 Ribu, Wagub Tegaskan Keselamatan Masyarakat yang Utama

Wagub Hj.Sitti Rohmi Djalilah berada di ruang perawatan Medical Center Sirkuit Internasional Mandalika didampingi Direktur RSUD NTB, H.Lalu Herman Mahaputra, Kepala Dinas Kesehatan NTB, H.L.Hamzi Fikri, Asisten I Setda NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih dan Kepala Divisi Operasi ITDC Mandalika, Pari Wijaya. (Suara NTB/diskominfotikntb).

Praya (Suara NTB) – Gelaran World Superbike (WSBK) Championship 2021 di Sirkuit Interasional Mandalika pada 19-21 November mendatang diprediksi dihadiri sekitar 30 ribu lebih penonton. Untuk itu, penanganan dan penerapan protokol kesehatan saat event berlangsung harus ketat. Jangan sampai gelaran event balapan itu nantinya, justru merugikan masyarakat dari aspek kesehatan. Karena bagaimanapun keselamatan masyarakat tetap yang utama.

Demikian ditegaskanya Wagub NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat meninjau kesiapan Medical Center Sirkuit Internasional Mandalika, Senin, 4 Oktober 2021. Ia pun meminta pos untuk pelayanan screening untuk penonton yang datang diperbanyak. Jangan hanya terpusat di satu tempat saja. Yang justru bisa memicu antrean dan kerumunan.

Iklan

Bila perlu disebar di sekitar area sirkuit. Supaya proses screening juga cepat. “Kuncinya sekarang, sistem screening harus bagus. Karena itu juga akan sangat menentukan kualitas pelayanan kita,’’ ujarnya.

AVP Site Operation The Mandalika I Made Pari Wijaya, di hadapan Wagub NTB, mengatakan, saat event balapan berlangsung nantinya pihaknya menyiapkan lima pos besar untuk proses screening. Di situ nantinya akan disiapkan pelayanan untuk tes swab antigen hingga RT-PCR. Bahkan jika diperlukan fasilitas vaksinasi untuk penonton.

Itu semua dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pengendalian penyebaran Covid-19. Mengingat event balapan tahun ini digelar di tengah pandemi Covid-19 masih berlangsung. Sehingga harus ada upaya-upaya antisipasi. “Kita akan siapkan semuanya. Agar penonton benar-benar merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Disinggung jumlah penonton yang akan hadir langsung pada event WSBK nantinya, Pari Wijaya menegaskan belum tahu persis. Karena itu kewenanganya ada di Satgas Covid-19. Tapi dari hasil koordinasi dan pertemuan sebelumnya ada sekitar 30 ribu penonton yang diprediksi bakal hadir.

“Kita menunggu keputusan Satgas Covid-19 kalau soal penonton. Tugas kami di lapangan hanya mempersiapkan semua keperluan untuk menunjang gelaran WSBK. Agar bisa terselenggara dengan aman dan lancar. Kesehatan masyarakat juga terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSU Provinsi NTB, dr. H.Lalu Herman Mahaputra, M.Kes.,MH., menambahkan, pihaknya nantinya akan melibatkan sekitar 300 tenaga kesehatan untuk mendukung proses screening tersebut. Dengan 100 orang tenaga kesehatan menangani para pembalap dan kru. Sisanya sebanyak 200 orang tenaga kesehatan akan disebar di pos-pos pelayanan screening yang sudah disiapkan nantinya.

‘’Tim screening ini akan dibagi dua. Tim screening internal, khusus menangani pembalap dan kru. Kemudian tim eksternal untuk melayani penonton yang datang,’’ ujarnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional