Penolakan Pembangunan Ritel Modern, Pemda Berkilah Adanya Salah Komunikasi

Petisi penolakan pembangunan ritel modern di Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik, Lotim.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Warga Desa Lendang Nangka,Kecamatan Masbagik melakukan penolakan terhadap rencana pembangunan ritel modern. Aksi penolakan ini ditunjukkan dengan pemasangan petisi penolakan di tembok yang menjadi pembangunan ritel tersebut. Terkait hal ini, Pemda Lombok Timur (Lotim) berkilah jika penolakan tersebut karena adanya salah komunikasi.

Penolakan pembangunan ritel modern ini dikhawatirkan dapat mematikan usaha masyarakat, baik UMM dan UMKM yang ada di Desa Lendang Nangka. Sementara, di satu sisi, pemerintah sejak awal berkomitmen untuk tidak memberikan izin  baru terhadap pembangunan ritel modern tersebut. Adapun dalam petisi tersebut, warga Desa Lendang Nangka membubuhi tanda tangan penolakan yang bertuliskan, tolak pembangunan ritel modern demi dan untuk UKM dan UMKM Desa Lendang Nangka.

Iklan

Untuk itu, masyarakat meminta kepada pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten untuk melakukan peninjauan kembali atas izin pembangunan ritel modern yang ada di Desa Lendang Nangka karena dapat merugikan masyarakat.

Masyarakat menagih janji Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., yang sebelumnya dengan tegas mengatakan tidak akan memberikan izin baru maupun memperpanjang izin bagi ritel modern yang sudah ada dan beroperasi di Lotim dengan alasan peningkatan perekonomian masyarakat desa.

Camat Masbagik, H. Muhidin, mengatakan jika dirinya belum mengetahui persis terkait adanya penolakan dalam pembangunan ritel modern tersebut. Nantinya ia akan melalukan kroscek kembali di lapangan untuk kebaikan bersama.

Kepala Dinas Pelayanan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, Mukhsin, kepada wartawan mengaku adanya penolakan pembangunan ritel modern di Desa Lendang Nangka karena adanya salah komunikasi, sehingga harus diselesaikan secara duduk bersama dan kepala dingin. Adapun dalam surat permohonan persetujuan yang dikeluarkan oleh DPMPTSP Lotim pertanggal 24 Juni 2020, Pemda Lotim meminta kepada PT. Jaya Alfamart Trijaya untuk melengkapi segala persyaratannya untuk diproses izin dalam mengembangkan usahanya di Kabupaten Lotim di 30 titik. (yon)

  Kerap Gempa Susulan, Rawat Inap RSUD Selong Masih di Bawah Tenda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here