Penjualan Ikan di PP Teluk Awang Tembus Rp11 Miliar

Transaksi dan hasil tangkapan yang mendarat di Pelabuhan Perikanan Teluk Awang (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perputaran uang di Pelabuhan Perikanan (PP) Teluk Awang, Pujut, Lombok Tengah menunjukkan geliat signifikan. Belum setahun ini, hasil penjualan ikan di sana telah menembus Rp11 miliar lebih.

PPN Teluk Awang perlahan-lahan mulai hidup. Pascadibentuknya kantor administrasi oleh Kementerian Kelautan Perikanan RI. Akhir-akhir ini, setiap hari PP Teluk Awang ramai dengan pendaratan ikan dan transaksi jual beli ikan antara nelayan dengan pembeli.

Iklan

Jumlah produksi harian ikan yang mendarat di sana antara 3-5 ton terdiri dari ikan tuna, cakalang marlin, lemadang dan jenis-jenis ikan berkualitas lainnya, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si.

Jumlah kapal ikan di PP Teluk Awang 39 unit, dan 17 unit bantuan pemerintah. Setidaknya menurut kepala dinas, jumlah kapal ikan yang mendarat setiap hari antara 2 – 7 unit kapal setelah menangkap ikan selama 4-5 hari ke jarak 12 mil laut.

Nelayan sangat bergairah dalam mengembangkan usahanya setelah adanya rumpon (sarang ikan) yang dibuat dilaut lepas. Rumpon ini, kata L. Hamdi sangat mendukung efisiensi dan efektivitas penangkapan ikan.  Karena sasaran lokasi yang dituju lebih jelas tanpa harus berkeliling menangkap ikan yang dapat menghabiskan waktu dan BBM.

“Melihat situasi di Teluk Awang, kami saat ini terus bekomunikasi dengan KKP. Pemda Loteng untuk kita lengkapi pembangunan sarana pabrik es, cold storage dan penyediaan air bersih dan BBM. Hal ini vital untuk mendukung logistik kapal-kapal dari luar daerah yang akan direlokasi pangkalannya ke Teluk Awang,” ujarnya.

Ini semua akan menjadi bagian penting menjadikan teluk awang sebagai basis industri perikanan terpadu dan berkelanjutan yang akan memberikan multiflier efek dalam meningkatkan perekonomian NTB. Sekarang masih dijual lokal.

Kepala Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Teluk Awang, Akmal menegaskan, Pelabuhan Perikanan Teluk Awang pelan-pelan telah hidup. Ia telah menjadi sentra pendaratan ikan. Sebagai pelaksana kantor administrasi, pencatatan juga dilakukan.

Khusus untuk Bulan Oktober, nilai penjualan ikan di Teluk Awang mencapai Rp2 miliar. Dan sepuluh bulan pencatatan di tahun 2018 ini transaksi penjualan ikan telah mencapai lebih dari Rp11 miliar.

Pemerintah telah berencana mengalihkan ratusan kapal tangkap nelayan dari Benoa, Bali ke tiga pelabuhan perikanan di nusantara. Pelabuhan Perikanan Teluk Awang, Pujut Lombok Tengah salah satu satunya. Pengelola sedang mempersiapkannya. Sekitar 100 kapal akan dialihkan ke Teluk Awang. Akmal mengatakan saat ini masih dalam proses verifikasi di Kementerian Kelautan Perikanan.

Ketika kapal-kapal dimaksud telah masuk dan berpangkalan di sana. Otomatis akan mendatangkan PAD bagi daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perputaran uang dari hasil pendaratan ikan.

Tak sampai di sana. Nelayan setempat berpeluang menjadi nelayan modern. Yang menangkap ikan tidak lagi dengan cara-cara tradisional.
“Alih teknologi akan terjadi kepada nelayan di Awang. Ini menjadi peluang daerah ini lebih hidup,” demikian Akmal. (bul)