Penjemputan Siswa Sepulang Sekolah Harus Hindari Kerumunan

H. L. Fatwir Uzali (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Pembelajaran secara tatap muka (PTM) terbatas di Kota Mataram mulai dilaksanakan sejak pekan kemarin. Dari pantauan Suara NTB, masih ada terlihat kerumunan siswa sepulang sekolah di beberapa titik sekolah. Dinas Pendidikan Kota Mataram meminta agar orang tua siswa tepat waktu dalam penjemputan dan pengantaran untuk menghindari kerumunan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd., menyampaikan orang tua agar lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19 dengan membekali para siswa dengan cairan pembersih tangan atau handsanitizer dan masker. Selain itu, orang tua diminta tepat waktu dalam penjemputan dan pengantaran siswa. Dikhawatirkan, jika terlambat menjemput, siswa akan berkerumun di depan sekolah.

Iklan

“Kalau terlambat menjemput, siswa akan berkeliaran di sekolah, karena sulit mengaturnya,” ujar Fatwir.

Pihaknya akan melakukan evaluasi mingguan terkait pembelajaran tatap muka terbatas ini. Ia berharap agar tidak ada masalah selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Fatwir menekankan, semua pihak jangan terlena, pencegahan penyebaran harus terus dilaksanakan.

Kepala SMPN 13 Mataram, H. Ahmad Saehu, S.Pd., menyampaikan, terkait sistem penjemputan, pihaknya di SMPN 13 Mataram telah membuat sistem yang diyakini akan berjalan lancar meskipun pihaknya menerapkan dua sif. Saehu menyebutkan, sif pertama pulang pada pukul 09.30 Wita. Kemudian sif kedua masuk pukul 10.00 Wita.

“Ini artinya ada 30 menit untuk pergantian sif dan itu cukup untuk mengelola pulangnya siswa, meminimalkan kerumunan. Untuk kepulangan sif kedua juga tidak masalah,” ujarnya.

Saehu juga merincinkan, sif satu untuk kelas VIII dan IX, dan sif kedua untuk kelas VII. Tim satgas Covid-19 SMPN 13 tetap bersiaga sebelum siswa datang. “Demikian juga tim bersiaga pada pergantian sif,” ujar Saehu. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional