Penjelasan Lengkap Korban dan Kadus Soal Aksi “Makhluk Gaib” di Lembar

Arya (baju putih) warga Dusun Kuranji Desa Lembar Utara yang mengalami kejadian ganjil nan misterius. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Ketut Arya Tangkas, warga yang jadi korban “disembunyikan” makhluk gaib, menuturkan pengalaman misteriusnya. Karena sulit dijelaskan secara ilmiah, warga pun meyakini, adanya unsur mistis di balik kejadian ganjil ini. Menurut Kadus setempat, kejadian ini terulang setiap lima tahun sekali.

Ketut Arya Tangkas ditemui di rumahnya Senin, 6 Juli 2020 menuturkan kejadian mistis dialami sekitar pukul 19.00 Wita malam, Senin 29 Juni 2020 lalu. Kala itu, ia pergi membeli aren ke rumah warga. Ia kemudian ingin buang air kecil di sekitar tempat membeli aren tersebut. Ketut Arya pun bergegas mencari kamar mandi, tempat ia menunaikan hajatnya.

Iklan

“Di saat itulah saya melihat ada penampakan seperti sesosok perempuan berambut panjang warna putih berdiri di pohon aren (enau),” tutur dia.

Setelah melihat sosok perempuan yang diduga makhluk astral itu, ia mengaku tidak sadar apa yang dialaminya. Ia baru memperoleh kembali kesadaran diri beberapa saat setelah ditolong warga. “Ternyata saya di atas pohon aren, itupun saya Ndak sadar kan diri lagi,” tuturnya.

Ia mengaku tidak sadar kalau dirinya naik pohon aren. Karena tiba-tiba saja ia ditemukan di pucuk pohon dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Itupun ia ditemukan beberapa jam setelah dicari warga. Setelah ditolong warga dari atas pohon aren itupun, ia mengaku tidak sadarkan diri hampir berjam-jam.

Setelah ia sadarkan diri, ia mengaku sering melamun. Alumni SMA Negeri 1 Lembar ini mengaku Sebelum kejadian itu, Ketut Arya beberapa hari mengalami mimpi buruk, topi dan sandalnya hilang sebelah.

Arya sendiri anak keempat dari 5 bersaudara, ia tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena kondisi ekonomi keluarga.

  Proyek GOR Mini Gerung Belum Bisa Dimanfaatkan

Kadus Kuranji, Lembar, I Nyoman Kantun menuturkan kejadian mistis kerap kali dialami warganya. Sudah ada empat warganya yang mengalami kejadian seperti dialami Ketut Arya Tangkas.

Kejadian ini pun seolah memiliki siklus, terjadi lima tahun sekali. Anaknya sendiri pernah mengalami kejadian serupa, yakni tahun 2011 silam. Sebelumnya tahun 2005 hal serupa dialami warganya bernama Wayan Agus.

“Sebelumnya pernah terjadi, jadi kejadian ini bukan kali pertama tapi beberapa kali terjadi menimpa warga kami. Lima tahun sekali ada saja kejadian seperti ini,” aku dia.

Ia dan warganya meyakini, kejadian ini berkaitan dengan makhluk gaib. Sebab diyakini, selain manusia ada mahluk lain semacam itu di dunia ini. “Itu bisa saja karena mahluk astral, seperti jin dan lain-lain,” imbuhnya.

Anehnya, kejadian ini dialami warga sekitar pukul 19.00 Wita, seperti yang dialami warga sebelum-sebelumnya. Termasuk kejadian yang dialami Ketut Arya Tangkas, saat membeli air aren di Pak Dese.

Disaat itu, Arya sempat kencing, namun warga curiga karena ia tidak juga kembali. Karena lama, wargapun mencari. Warga semakin yakin bahwa Arya hilang (akibat mahluk jin) seperti kejadian sebelumnya. Sehingga, ratusan warga mencari sambil melakukan tradisi adat setempat dengan membunyikan gemelan.

Proses pencairan pun dilakukan warga dengan berkeliling kampung, sawah hingga perkebunan warga sambil menyembunyikan gamelan. Setelah melakukan pencarian selama tiga jam setengah, ada warga bernama Nengah Kande melihat tangga jatuh, namun tanpa menimbulkan suara. Ia melihatnya di sebelah pohon aren tempat dimana Arya ditemukan.

Warga yang curiga pun segera menyorotkan lampu senter ke atas pohon. Ternyata, setelah dicek oleh warga dari bawah pohon aren, terlihat baju yang dipakai Arya dan bagian kakinya. ” Arya pun ditemukan diatas pucuk pohon aren dalam keadaan tak sadar,” imbuh dia.

  Covid-19 “Paksa” Guru Beradaptasi dengan Teknologi

Warga pun bersama-sama menurunkan Arya dari atas ketinggian pohon Aren menggunakan tangga. Tangga yang digunakan untuk mengambil Arya sebanyak tiga buah disambung hingga mencapai pucuk pohon.

Empat warga yang naik menggotong Arya bersama orang yang melakukan ritual pada proses penggotongan. Saat orang pintar itu memegang kepala Arya, Arya pun sempat sadar sebentar tapi pingsan lagi.

Proses evakuasi Arya juga diakui cukup sulit karena kondisi tubuh Arya yang tak sadar. Anehnya, saat ditemukan, Arya dalam kondisi tanpa luka meski tak sadarkan diri. Arya duduk di satu dahan pohon enau dengan posisi kaki menggelantung. Secara logika, kalau dalam kondisi normal dengan posisi duduknya seperti itu, ia pasti terjatuh.

“Itu anehnya, kalau dia naik pohon sendiri pasti ada lukanya,” ujar dia.

Setelah berhasil dievakuasi, Arya pun langsung dibawa pulang ke rumah. Arya baru sadar beberapa jam setelah itu. Selaku Kadus, di balik peristiwa mistis yang dialami Arya ia berharap ada perhatian dari pemerintah terdapat Arya karena ia tak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena tak punya biaya.

“Kami berharap dengan viralnya warga kami ini ada perhatian dari pemerintah dari sisi pendidikan karena ia hak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi terkendala biaya,” aku dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here