Penjaja Tembakau Gorilla Segera Diadili

Mataram (Suara NTB) – Dua tersangka pengedar tembakau gorilla, DH dan SA dipindahkan penahanannya ke Lapas Mataram. Pemindahan penahanan itu setelah berkas keduanya dilimpahkan penyidik BNNP NTB ke jaksa.

Kasi Penyidikan BNNP NTB, Bayhaqi mengatakan, dua tersangka itu dilimpahkan ke jaksa berikut barang bukti. Jaksa kemudian menahan dua tersangka itu di Lapas Mataram untuk 20 hari ke depan.

Iklan

“Hari ini (kemarin) kita laksanakan pelimpahan tahap dua, dua tersangka kasus peredaran tembakau gorilla,” ujarnya ditemui di kantor Kejati NTB, Senin, 29 Mei 2017.

Penyidik BNNP NTB kemudian menggiring dua tersangka yang bekerja sebagai pelayan warung makan itu ke ruang tahanan Kejari Mataram.

Kasi Pidum Kejari Mataram, Safwan Wahyopie mengatakan, keduanya akan dijerat dengan pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kita lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. Jaksa penuntut umum segera melimpahkan surat dakwaan ke pengadilan untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan,” jelasnya.

Para pelayan warung Taliwang Tenda itu diduga menjajakan 31 poket seberat 9,36 gram. Tembakau gorilla ke wilayah Mataram sekitar 25 Januari 2017 lalu.

“Modusnya tersangka melayani warung sambil menjual,” kata Bayhaqi. Satu poket tembakau gorilla masing-masing terbagi dalam 0,3 gram dihargai Rp 200 ribu. Pelanggannya diduga dari kalangan kawula muda.

Dua tersangka itu, sambung dia, belum sempat menjual. Meksi demikian mereka mengaku sudah dikonsumsi untuk kebutuhan sendiri. Barang didatangkan dari Jakarta.

Bandar dua tersangka itu, berinisial N di kawasan Cakranegara, Mataram. sampai kini belum dapat terungkap aliran peredaran barangnya.

Tembakau Gorilla termasuk barang haram narkoba seperti diatur dalam Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

“Diuji laboratorium di BNN RI juga kita pastikan barang bukti milik dua tersangka itu merupakan tembakau Gorilla,” tandasnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here